1

1K 108 174
                                        

Hidup di kota itu, tidak selalu menyenangkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hidup di kota itu, tidak selalu menyenangkan. Sesaknya kota, oleh gedung pencakar langit dan pemukiman, suhu panas pengaruh dari pemanasan global, polutan udara yang disebabkan oleh alat transportasi, dan bunyi klakson yang memekakkan telinga.

Memuakkan!

Itulah yang dipikirkan oleh seorang gadis bernama, Yura Ainayya Grabiella. Anak tunggal dari Rian Alex Grabielle dan Laras Putri. Sosok perempuan cantik, jutek, dan pendiam. Di sekolah, ia dikenal dengan julukan 'Si Sunyi'. Orang-orang menyebutnya begitu, karena ia sangat membenci kebisingan.

Impiannya adalah hidup di suatu desa, dengan pemandangan alam yang menyejukkan. Memiliki rumah sederhana yang dikelilingi pepohonan rimbun, dengan udara bersih yang jauh dari hiruk pikuk suasana perkotaan.

"Yura, sini bantuin Mama," pinta mama, pada Yura yang saat ini berada di kamar.

Dengan kaus oblong putih yang dipadukan celana hitam selutut, Yura keluar dari kamar menuju dapur.

"Kenapa, Ma?" tanyanya, ketika sampai di dapur.

"Tolong kamu buang sampah ini ke depan, ya. Bentar lagi petugasnya akan datang." Yura mengangguk, lalu ia mengambil kantong hitam besar itu  dari tangan mama, dan membawanya keluar.

Sesampainya di depan, segera diletakkannya kantong itu di depan pagar. Gadis itu berbalik hendak masuk kembali, namun, belum sempat ia melangkahkan kakinya, Yura melihat banyak sekali orang yang mondar-mandir mengangkat barang.

"Ada tetangga baru?" tanya gadis itu pada dirinya sendiri.

Karena penasaran, akhirnya ia mengintip keadaan di samping rumahnya. Memang benar, beberapa truk pengangkut barang telah berjejer rapi di halaman dan pinggir jalan. Di depan pintu utama, berdiri sepasang suami istri yang mengarahkan para pengangkut barang, untuk meletakkan barang yang mereka angkut.

"Lo siapa?" Sebuah tangan menepuk bahu Yura. Gadis itu memutar badan, dan mendapati seorang laki-laki bertubuh jangkung tengah menatapnya heran.

"Lo siapa?" Tanya laki-laki itu lagi.

Alih-alih menjawab, Yura menghempaskan tangan laki-laki itu dari bahunya, lalu berjalan masuk ke rumah lagi.

"Wah! Bukannya jawab malah pergi, dasar cewek jutek, " umpat laki-laki itu. Ia kemudian memilih masuk ke perkarangan rumahnya yang terletak di samping rumah Yura.

Yura langsung kembali ke kamarnya, gadis itu  menuju balkon untuk  menghabiskan waktu, dengan membaca novel.

" Kenapa harus ada tetangga baru, sih?" gumamnya pelan.

"Yura!" Panggilan mama untuk yang kedua kalinya, membuat Yura menghembuskan napas kasar.

"Kenapa, Ma?" teriaknya dari dalam kamar.

"Ini Keisha datang!" jawab sang mama dengan berteriak pula.

_Cklek!_

Pintu kamar terbuka, menampilkan sosok perempuan manis, bernama Keisha Anandita Raveena. Gadis berdarah Sunda-Jawa itu, menghampiri Yura yang menatapnya jengah.

TROUBLE MAKER (OPEN PO)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang