[Sudah Terbit. Open PO]
Bagaimana pendapatmu, jika kamu mempunyai tetangga yang menyebalkan?
Risih?
Kesal?
Geram?
Jengah?
Pasti semua itu benar adanya. Dan, seperti itulah perasaan Yura pada tetangganya. Ralat, bukan pada tetangga nya. Tapi, pada...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kini di kelas Yura tengah berlangsung kegiatan pembelajaran. Berkali-kali Yura berusaha fokus terhadap pelajarannya, namun, lagi-lagi ucapan Kenan tadi selalu berhasil mengganggunya.
"Guecumanmencobauntuk gak berharapbanyak dari lo."
Berharap?
Jadi, Kenanberharappadadirinya?
"Yura!" Seru seseorang dengan suara beratnya. Tapi, Yura masih terlihat bergulat dengan pikiran dan batinnya sendiri.
Keisha pun menyenggol sikut Yura, berharap agar Yura sadar dari lamunannya. Dan, benar saja, Yura langsung menoleh ke arah Keisha dengan sorot tanya.
"Yura, kenapa kamu malah melamun di pelajaran saya?!" Yura menoleh, dan mendapati Pak Bobon sedang menyalangkan kilat marah di matanya.
"Ma-maaf, Pak," kata Yura meminta maaf.
"Keluar dari pelajaran saya!" cetus Pak Bobon membuat Yura tersentak kaget. Namun, setelahnya dia menghela nafas pasrah.
Lalu dia pun berdiri dan beranjak pergi. Tapi, saat di ambang pintu, dia sedikit menoleh ke arah Kenan. Kenan seolah tidak peduli dengannya. Terbukti saat dirinya sedang dikeluarkan dari kelas, Kenan sama sekali tidak menyusulnya. Atau, paling tidak melirik ke arahnya. Tapi, sayangnya itu tidak pernah dilakukan Kenan.
Dengan langkah gontai, gadis itu pun keluar dari kelas. Saat di luar kelas, Yura sedikit bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang?
"Gue ke perpus aja, deh," gumam Yura seraya berjalan ke arah perpus.
Saat sampai di perpustakaan, Yura langsung memasuki tempat itu. Pandangannya mengedar, seolah mengingat sesuatu.
Saat pertama kali bertemu dengan Kenan di perpustakaan ini.
"Stt, woy! Lo, yang lagitatap-tatapan sama buku!" Merasa ada kebisingan, Yura pun menolehkesumbersuara yang memanggilnya.
"Nanti, kalau ada Pak Setnonyariingue, bilang aja gak tau, oke?" pinta laki-laki yang menatapYura. Namun, bukannyamenjawab iya atautidak, Yuramalahkembalimencari-cari buku.
"Lodengergue, kan?" tanya laki-lakiitumenghampiriYura yang tengahasikdenganbuku-bukunya.