17

275 24 10
                                        

Maaf update malam gini:)

Di rumah, Dimas tengah sibuk membaca artikel seputar tanaman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di rumah, Dimas tengah sibuk membaca artikel seputar tanaman. Ya, ia adalah lelaki yang suka bercocok tanam walau tak banyak yang tahu.

Tok tok tok ....

"Siapa?" teriaknya yang sedang berada di ruang tengah.

"Keisha." Mendengar itu Dimas mengenyit. Untuk apa Keisha ke rumahnya? Tumben sekali.

Faktanya Keisha tinggal di wilayah perumahan yang sama dengan Dimas.

Dimas pun beranjak dan membukakan pintu utama. Di sana ada Keisha yang mondar-mandir sambil menggigit kuku jarinya. "Kenapa, Kei?"

"Lama banget lo," kata Keisha langsung menerobos masuk rumah Dimas, menuju ruang tamu diikuti anak pemilik rumah.

"Woi! Lo ngapain masuk?" Keisha menoleh dan langsung tersadar. "Eh maaf, refleks," balasnya lalu keluar lagi dari rumah Dimas.

"Lah? Yang nyuruh lo keluar siapa?" tanya Dimas. Ada-ada saja kelakuan teman Yura satu ini.

Keisha yang mendengar itu dari luar menendang pot bunga di teras rumah Dimas. "Lo ngajak gue berantem, ya?!" teriaknya.

Dimas yang mendengar itu sontak menuju keluar rumah. "Heh, itu kalau bunga mama gue rusak gimana?"

"Ya tinggal beli lagi," balas Keisha membuat Dimas melotot tak suka. "Lo mau ngapain, sih, ke rumah gue?"

Keisha menepuk keningnya kuat karna ia hampir lupa menyampaikan tujuannya datang. "Hampir gue lupa. Itu Yur-"

"Yura kenapa?" potong Dimas.

Keisha mendelik melihat Dimas. "Ngomong sama lo uji kesabaran banget."

Dimas berdecak tak sabaran, "Ck, cepetan, Yura kenapa?"

"Masuk rumah sakit."

"Ha?"

⚙️

"Gue lagi nggak berminat ribut sama, lo, Dim. Jadi, jangan pancing gue berbuat yang enggak-enggak sama wajah lo."

Dimas menarik salah satu kursi di ruangan itu, lalu duduk berseberangan dengan sang rival itu. "Banyak gaya lo. Kemaren di sekolah aja kalah," ejek Dimas pada Kenan.

Kenan melirik tak suka lalu menggenggam, dan mengelus punggung tangan Yura di depan Dimas. Sengaja untuk memanas-manasi lelaki itu agar dia sadar posisinya di mana sekarang.

"Tangan lo nggak usah cari kesempatan, nempel kayak cicak." Dimas menyindir Kenan sengit.

Sudut bibir Kenan tertarik mengejek. "Bilang aja lo iri, nggak bisa deket sama Yura."

TROUBLE MAKER (OPEN PO)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang