Tepat di kediaman milik keluarga Handoko. Keadaan rumah yang terlihat megah nan elegan, ditambah lampu-lampu tumblr yang sengaja diberikan untuk memberikan kesan gemerlap.
Biasanya, pada malam-malam seperti ini, di dalam rumah tersebut ricuh dengan gelak tawa dari dua kakak-beradik. Namun, yang terjadi sekarang adalah, suasana yang sangat serius.
"Aku suka sama kakak kelas, Kak. Dia itu, ... baik banget pokoknya! Udah gitu, ya dia ganteng, terus senyumnya itu manis banget .... " cerocos gadis remaja dengan mata yang berbinar ceria.
"Oh, ya? Jadi, adeknya Kak Ghani ini udah kenal yang namanya jatuh cinta?"
"Kayanya, sih Sei emang udah jatuh cinta sama dia. Jatuh cinta pandangan pertama. Saat dia dengan pesonanya, nolongin Sei," cerocos gadis remaja itu lagi.
Ghani, tetap diam mendengarkan cerita dari adiknya yang imut ini. "Tapi, Kak Kenan--"
"Jadi namanya Kenan?" sela Ghani cepat.
"Ish, Kak Ghani, jangan potong cerita Seira dulu!" Yap, dia adalah Seira. Seira Naomi Handoko. Gadis imut yang sedang jatuh cinta pada Kenan.
"Maaf-maaf, yaudah kamu lanjutin." Ghani pun meminta maaf dan Seira kembali bercerita.
"Kak Kenan kayaknya punya pacar, Kak. Pacarnya cantik, sih. Tapi, tetap aja cantikkan Sei. Ya, kan?" ujar Seira pede.
Ghani terkekeh karena tingkat kepedean adiknya ini sudah menjulang tinggi. "Terus-terus?"
"Terus ... Sei punya rencana buat ambil Kak Kenan dari Kak Yura!" ungkap Seira dengan smirk nya.
Senyuman Ghani luntur seketika. "Inget nggak, Mama pernah bilang kalau kita nggak boleh ambil hak orang lain?" Seira mengangguk dengan wajah sendunya.
"Apa Mama bakal bahagia disana, kalau putri kecilnya merebut kebahagiaan orang lain?" Seira menggeleng.
Ghani tersenyum simpul. Lalu mengusap puncak kepala Seira sayang. "Kita boleh mencintai. Tapi dilarang untuk merebut kebahagiaan orang lain."
"Tapi Seira suka sama Kak Kenan!" pekik Seira berdiri dari duduknya.
Ghani menghela nafasnya. Lalu, menyuruh Seira kembali duduk. "Kamu memang suka sama Kenan. Tapi, apa kamu tau Kenan suka juga sama kamu?"
"Sei yakin, Kak Kenan juga suka sama Sei!" pekik Seira lagi.
"Seira, kalau Kenan sama Yura saling cinta. Dan kamu malah berusaha memisahkan mereka. Sama aja, kamu berubah jadi orang jahat," tutur Ghani masih menasehati adiknya.
"Tapi Kak Kenan first love-nya, Sei. Sei gak mau kehilangan Kak Kenan." Tiba-tiba Seira menangis dengan isakannya.
"Oke-oke. Kakak kasih satu kesempatan. Kamu boleh perjuangin rasa kamu. Tapi, kamu juga harus kembali sadar. Sesuatu yang di paksakan, gak bakal berakhir baik," final Ghani lalu menaiki tangga menuju kamarnya.
Sementara Seira masih berada di ruang keluarga, sendiri. Lalu perlahan butiran kristal dari matanya jatuh.
"Andai, Mama masih disini. Mama pasti bakal kasih semangat lebih buat, Sei," gumamnya dengan tatapan sendu.
____
Seperti biasa sehabis pulang sekolah, Seira pergi ke salah satu kampus. Kampus yang ditempati oleh Kenan tentunya.
Perlahan-lahan kaki nya membawa Seira untuk mencari Kenan. Tapi, saat dia tengah mencari Seira tidak fokus pada apapun kecuali Kenan. Alhasil, dia menabrak seseorang.
"M-maaf, sini gue bantuin," ujar Seira jongkok bersama lelaki yang ia tabrak tadi.
Setelah buku-buku yang beratuhan tadi jatuh, Seira mendongak. "Sekali lagi ... gue minta maaf. Kakak mau maafin gue, kan?" tanya Seira dengan wajah cemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
TROUBLE MAKER (OPEN PO)
Teen Fiction[Sudah Terbit. Open PO] Bagaimana pendapatmu, jika kamu mempunyai tetangga yang menyebalkan? Risih? Kesal? Geram? Jengah? Pasti semua itu benar adanya. Dan, seperti itulah perasaan Yura pada tetangganya. Ralat, bukan pada tetangga nya. Tapi, pada...
