28

207 15 12
                                        

Me:
Karena gue, sayang sama lo, Ra.

Dimas pun menghela nagasnya. Melihat pesan terakhir yang dia kirim, hanya dilihat oleh Yura.

"Kenapa, lo? Galau? Makanya, lagi ada misi, malah nembak cewek!" celetuk Ares melihat ke arah ponsel Dimas.

"Berisik, lo. Dit, gue dapat informasi sekaligus nomor si peneror!" seru Dimas bangga.

"Kalau kayak gini, bakal lebih gampang. Coba gue liat," pinta Radit, namun Dimas malah menyingkirkan ponselnya.

"Jangan dilihat, Dit. Ada chat-an ambyar nya," celetuk Ares, lagi disambut jitakan dari Dimas.

"Yaelah, santai aja kali. Gue nggak liat kemana-mana, cuma liat informasi yang lo maksud, aja." Lalu, dengan berat hati Dimas pun memberikan ponselnya pada Radit.

Radit pun memperhatikannya, lalu mencatatnya di buku kecilnya itu.

"Kalau di gabungin, I'm KA sama R. Jadi, I'm KAR," ujar Radit.

Mereka--Dimas dan Ares--pun menjadi bertanya-tanya. "I'm KAR? Itu singkatan, nama lain, atau apa sih?"

"Semuanya bisa jadi, Dim. Kita belum tau pasti ini sebuah singkatan, nama benda, atau sebagainya. Ada yang punya ide?"

"Ah! Gue punya tebak-tebakan, nih!" sahut Ares bersemangat.

"Anjir, kita lagi pecahin masalah, lo malah main-main! Gue kutuk jadi simpanse, mau?!" ucap Dimas sarkastik.

Namun, bukan Ares namanya jika takut pada ancaman receh Dimas. "Dim, hiburan dikit lah. Gue jamin, abis kalian jawab, pasti dapet ilham!"

"Lo kira, lo itu Tuhan?" tanya Dimas jengah.

"Dengerin dulu kenapa, sih?!" geram Ares. Lalu, Radit dan Dimas pun diam sambil menatap Ares jengah. "Coba tebak, bahasa inggrisnya mobil apa?!"

"Anak SD juga tau, kali!" jawab Radit menyeleneh.

"Tau, tuh. Gue dikasih pertanyaan begituan, bakal loncat kelas pasti!" timpal Dimas.

Ares memutar bola matanya jengah. "Elah, tinggal jawab apa susahnya?"

Mereka berdua--Dimas dan Radit--berdecak. "Bahasa inggrisnya mobil, ya, car!" jawab Dimas dan Radit bersamaan.

"Betul! Cepe buat lo berdua. Masing-masing gocap!" seru Ares.

Kini, giliran Dimas yang memutar bola matanya jengah. "Tebak-tebakan lo, sama sekali nggak ada faedahnya!"

"Ya, ... kalau nggak ada faedah, Buedah juga jadi sama gue, mah!" lawak Ares, garing.

"Dim, temen lo, kecilnya gak di imunisasi, bukan?" tanya Radit bergidik menatap Ares.

"Bukan nggak pernah, Dit. Tapi, salah kasih cairan imunisasinya. Yang harusnya cairan imunisasi beneran, malah dikasih cairan pembersih toilet!" Seketika tawa pecah antara Dimas dan Radit beradu. Sedangkan Ares hanya menatapnya kesal.

"Lo-lo semua, nggak nyadar apa?" tanya Ares. Mereka pun berhenti tertawa. "Gue tuh kasih kode, kalau I'm KAR itu bisa jadi bahasa lain pengecoh dari mobil!"

"Ngaco, itu beda huruf. Otak lo ketinggalan dimana, sih, Seres?"

"Nggak, Dim. Dia ada benernya juga. Bisa jadi, itu pengecoh. Ada dua kemungkinan. Nama lain dari mobil, atau bisa jadi singkatan nama si penerror." Tiba-tiba, Dimas menegang. Sadar akan penuturan Radit.

"Otak lo yang nggak sampe, Dim!" olok Ares lalu mendapat delikan dari Dimasm

"Gue inget! Waktu gue mau ke rumah Kenan, Yura sempat hampir ketabrak!" seru Radit.

TROUBLE MAKER (OPEN PO)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang