Metta yg tidak kukenal

2.2K 79 1
                                        

- rezky pov -

Hari ini aku bersiap ke bandara, dari semalem metta memberitahuku bahwa hari ini dia akan tiba di indo, dan dia membutuhkanku untuk membantunya berkemas.
Ada apa gerangan dia akan berkemas? Kuliah kami di aussie baru akan mulai bulan depan.
Oh..jangan sampai dia telah mengetahui giska dan papanya.

Aku gelisah dalam perjalanan ke bandara siang ini, takut akan melukai perasaannya bila kukatakan aku telah mengetahuinya.

30 menit aku menunggu dipintu keluar, harap-harap cemas tentang apa yg akan dia ceritakan.

"Halooo,,rez..lu dimana?"

"Gue? Gue deket bread papa"

"Oh..wait..gue bentar lagi keluar"

"Rezky.............."

Aku menoleh dan membalikkan badan ke arah orang yg memanggilku. Wait,,ini bukan seperti metta. Gadis cantik dengan dada besar nan sexy, oh wajahnya sensual. Siapa dia. Dan kenapa dia mengenalku? Dia menghampiriku dengan cepat. Dengan koper besarnya dan jalannya yg bak model sexy.

"Hayoooo lo....,gak ngenalin gue lo?"

"Metta?"

Dia hanya mengangguk dan bergaya bak model majalah kesukaanku.

"Of course lo gak ngenalin gue?"

"Gilaaaaaak..what happen?"

"Panjang ceritanya,,gue laper,cari makan dulu"

Dia menarik tanganku dengan cepat, menempelkan dada montoknya ditanganku dan aku masih terkesima tak percaya.

"Kita mau makan dimana met?"

"Hmmm..gue pengen makan burger yg guede"

"Hmmm..oke, depan kayaknya ada burger shop"

Aku memberhentikan mobilku didepan rest area dekat bandara. Kami memilih tempat duduk yang menghadap kaca besar depan. Memperlihatkan mobil lalu-lalang dan aku memesankan burger kesukaannya.

"Nih..doble keji sama ovaltine kesukaan lo"

"Wiiihh..thanks ya ky"

Kami mulai makan dan aku masih tak mampu berkata-kata melihat dia dari ujung kaki ke kepala, apakah benar ini metta yg kukenal. Ataukah metta yg belum kukenal.

"Woyy...ngelamunnn apa woy?"

"Hahahaha...gue masih gak ngenalin elo"

"Hihihi....kalo lo liat gue lebih deket jelass bakal keliatan metta yg dulu dong"

"Wait...kenapa bisa berubah kayak gini"

"Gue mergokin bokap gue sama cewek simpenannya"

"Maksud lo giska?"

"Lo udah tau ky?,,gilaa lo gak cerita ke gue"

"Gue tau sehari sebelum mereka berangkat ke korea"

"Mau cerita ke elo juga belum yakin gue...ntar yg ada lo shock dan collapse"

"Yeeeee..gak segitu juga kaleee "

"Then...hub mereka sama perubahan lo apa"

"Gak ada kaitan yg pasti sih, gue pengen cantik biar gak lamaa single"

"Ngelesss aja lo"

"Udaaaah ayooo buruan, gue capek pengen cepet pulang"

Kami menyelesaikan makan siang dengan happy, tidak kusangka metta sekarang jadi lebih menarik buatku. Kenapa dadaku berdebar bersamanya. Aku terhanyut dalam lamunanku saat kulihat dia terpejam disampingku. Sampai-sampai aku harus terus berusaha untuk fokus menyetir.

1,5 jam kami tiba di kawasan apartemen metta. Aku membangunkannya dan kami naik ke lantai kamar metta. Kami masuk dan terlihat apartemen yg layak bahkan mewah untuk ditempati. Apartemen ukuran 60m2 dengan 1kamar,walk in closet, dapur, ruang makan dan ruang tamu. Bahkan ada balkon yg menghadap ke pemandangan kota indah ini.
Semua perabotan terlihat minimalis dan bernuansa tropis.

"Pasti bokap lo yg udah nyiapin semua ini"

"Hmmm..bukan gue yg minta"

"Artinya dia sayang banget sama lo"

"Bicara ntar aja soal itu"

"Yakin lo mau tinggal disini sendiri?"

"Lo mau nemenin?"

"Hahahaha digrebek ntar"

"Ya udah nikah dulu yuk"

"Ngacoooo lo"

Kami tertawa dan melanjutkan merapikan barang metta. Metta sudah berganti pakaian dan tentu lebih sexy dari yg dia pakai tadi. Dia kali ini menggunakan atasan bertali nyaman dan pendek dengan memperlihatkan pusar dan hotpant jeans yg memperlihatkan kaki jenjangnya. Tak kalah menggoda adalah dada tanpa bra dengan puting menyempul indah.

"Lo operasi apa aja disana?"

"Apa an sih? Rahasia gue"

"Yang belum pernah lihat lo, pasti nyangkanya lo cewek korea"

"Hahahha semoga banyak yg tertipu"

"Dasaar bangke lo"

Kami tertawa bersama dan akhirnya pekerjaan bersih-bersih ini beres. Kami melempar badan ke sofa dengan soft drink ditangan.

"Pesen pizza yuk"

"Okeee bos"

Aku mulai order pizza yg kebetulan tak jauh dari tempat ini.

"Habis ini rencana lo apa met?"

"Gue mau ganti nama"

"Haaahhh?"

"Iyaa..gue gak mau pake nama bokap lagi"

"Habis itu gue bakal cari kerja dan bayar sewa apart ini dengan duit gue."

"Sadis amat lo sama bokap"

"Ini bentuk tanda perang gue"

"Maybe gue juga gak akan berangkat ke aussi"

"Jangan ngaco lu"

"Beneeer ky, gue anggep apart ini fasilitas terakhir dari bokap"

Aku benar benar takjub melihat semangat metta. Dia ingin keluar dari zona nyamannya selama ini. Metta yg dulu adalah gadis manja dan pemalas, kini berganti jadi gadis pemberani yg punya visi. Tak salah rupanya kemaren aku menolak tawaran pak indrawan untuk ke australia melanjutkan studiku.

Aku memilih meminta cuti panjang agar aku dapat ambil beasiswa S2 dikampus S1 ku dulu. Dengan begitu aku bisa tenang menjaga metta kali ini. Eh, menjaga...aku tak sadar apa yg kurasakan. Hahahaha

Make (it better) LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang