Keputusan Sulit

1.6K 66 0
                                        

-Bagaskara pov-

Sudah jam 1 malam dan aku masih berkutat dengan editing foto zea kali ini. Jujur aku sangat terpesona dengannya. Namuj sepertinya aku mesti bersaing dengan rezky sahabatnya.

Saat aku sedang fokus pada macbook ku pintuku digedor-gedor keras oleh suara perempuan, aku terkejut ada orang yg mengetahui alamatku.

Aku membuka pintu dan mendapati zea ambruk kearahku. Bau alkohol menyengat dari mulutnya. Kurasa gadis ini habis mabuk, bagaimana dia bisa semabuk ini.

Kugendong badannya dan kubawa ke ranjangku. Mungkin dia tidak sadar menggedor pintu yg salah. Aku memperhatikan wajahnya dengan seksama. Cantik, wanita yg luar biasa. Andai kali ini aku bisa menikmatinya.

Shittttt..aku tak boleh memanfaatkan kesempatan seperti ini. Aku mengelus rambutnya. Membuka sepatunya dan mantelnya kali ini. Kudengar dia meracau sambil menangis.

"Brengseeeeek kamu rez....aku percaya padamu tapi kamu brengsekkk"

Aku terkejut mendengar ucapannya. Kurasa dia sedang kecewa dengan laki-laki itu. Bagaimana dia begitu percaya pada laki-laki yg terlihat tidak serius dengannya. Kasihan sekali aku melihatnya. Kutinggalkan dia tertidur diranjangku dan aku memilih tidur disofa depan televisi.

Pagi ini aku terbangun lebih pagi dari biasanya. Kulihat zea masih terlelap di kamarku, dan aku bersiap membuatkannya sarapan kali ini. Aku memeriksa apa yg kupunya. Untungnya masih ada telor dan roti dilemari es ku. Aku berencana membuatkannya sandwich telor.

"Mas bagas"

"Hai..sudah bangun?"

"Kenapa aku bisa ada disini mas"

"Kurasa kamu menggedor pintu yg salah semalam"

"Oh shitttt..maaf mas"

"Nope, duduklah..aku membuatkan teh jahe untuk meredakan pengarmu"

"Oh..tidak usah repot mas, aku akan pulang saja"

"No..no..."

Aku menarik tangannya dan menyuruhnya duduk manis di meja makan.

"Duduklah, aku sedang membuatkan sarapan untukmu"

"Tapi mas..aku benar-benar merasa sungkan"

"Hahahah...kita tetangga,harus saling membantu"

"Semalam aku tidak meracau kan?"

Aku memberikan secangkir teh jahe dan sandwich buatanku padanya. Berfikir perlukan aku menceritakan apa yg kudengar semalam.

"No...kamu antengggg sekali"

"Mas bagas bisa aja ngeledeknya..mana mungkin orang mabuk bisa anteng"

"Hihihi...btw kenapa mabuk tidak mengajakku?"

"Yaa?"

"Kenapa kamu bisa sampai mabuk?"

"Aku ...aku hanya sedang kecewa dan ingin meluapkan kekesalanku"

"Oh...lain kali ajak aku jika kamu ingin mabuk, bahaya sekali anak gadis mabuk sendirian"

"Mas bagas khawatir padaku?"

"Aku khawatir pada model ku"

"Hahahahaha dasaar"

Kami habiskan pagi ini untuk membahas job selanjutnya. Photo shoot bikini, tentu setelah dia benar-benar menyetujuinya.

"So...kamu jadi ambil job yg ku info kemaren"

"Yap mas...tapi kurasa itu akan menjadi job terakhirku mas"

"Why?"

"You know menjadi anak indrawan surya tidak semenyenangkan yg orang bilang"

"Oh...i see"

"Aku harus segera melanjutkan S2 dan bergabung dengan papa untuk beberapa perusahaan cabang"

"Luaaaat biasaaa...itu keren sekali"

"Aku menikmati duniaku yg sekarang"

Dia beranjak pergi dan tersenyum berterima kasih padaku.

"Kabari aku detailnya kapan photo shootnya ya dan thanks a lot untuk bantuannya. Aku berhutang padamu sarapan pagi ini"

"Aku harap bisa membuatkanmu sarapan setiap hari"

Dia berhenti sejenak dan menoleh padaku, memberikan senyum kecil padaku dan beranjak pergi meninggalkan apartemenku.

Make (it better) LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang