Pertanyaan tidak terjawab

1.5K 62 2
                                        

Aku bersiap untuk kuliah siang ini. Setelah yoga pagi tadi tubuhku terasa lebih segar, aku bercermin dan memperhatikannya lebih detail dengan pose seperti model yg dulu kujalani. 

Aku tertawa mengingat bagaimana pertemuanku dengan mas bagas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku tertawa mengingat bagaimana pertemuanku dengan mas bagas. Jika dihitung tidak sampai 1tahun kami bersama. Hampir tiap malam dia mampu membuatku teriak nikmat, oh melebihi rezky yg terkesan amatir.

Ada yg belum pernah kami bahas. Masa Lalu! Kami tidak pernah membahasnya bahkan menganggap bahwa masa lalu tak pernah ada. Entah benar atau salah yg jelas kami ingin saling percaya.

Namun hari ini, saat aku melihat mata mas bagas menjawab pertanyaanku tentang bella aku melihat ada gurat kekhawatiran dalam dirinya. Aku melihat ada keresahan di matanya saat bercerita tentang bella..

"Halo sayang"

"Eh mas..."

"Lagi apa?"

Dia datang memelukku dari belakang. Aku melihatnya dari cermin didepanku.

"Ko belum pake baju dear"

"Iya mas, bentar ya"

Dia menahanku dan mulai melahap telingaku.

"Masih ada 30menit untuk membuatmu mendesah sayang"

Aku tersenyum dan kali ini aku menyerah padanya lagi. Dia menciumi leherku dan tangannya melepas kaitan bra yg sedang kupakai.

Kulihat dicermin tangan satunya telah berada di vaginaku dan ah.. dia mengocoknya. Aku melihat diriku di cermin dengan bongkahan payudara besarku dinikmatinya kali ini.

"Ahhh..ahhh..ahh..ouchhhh"

Tiga jarinya kini masuk di vaginaku, mengocok cepat dengan ritme teratur dan membuatku orgasme yg pertama, belum selesai aku mengatur nafas dia sudah menarikku dikursi rias kamarku. Menyuruhku menungging dengan satu kaki diatas kursi.

"Ahhhh...ahhhhhhhhhhhh"

Kurasa mas bagas makin mahir membuatku mendesah, hanya dengan sekali tembakan, batangnya mampu dengan pas menembus lubangku.  Tangannya tak henti memainkan payudaraku yg menggantung sambil mrnjilat punggungku rakus.

"Ahhh..ahhhh...massss...ahhhh"

Mas bagas semakin cepat memompaku, kali ini telunjuk tangan kirinya dia masukkan ke duburku..dan sensasi sakit luar biasaa kurasakan.

"Mass....ahhh..sakiitttt"

"Tenang sayaaang, sebentar lagi akan nikmat"

Dia memberi air liur di telunjuknya dan mulai memasukkannya lagi...sambil tak berhenti memompaku.

Sensasi sakit dan nikmat kurasakan jadi satu dalam posisi doggy ini. Oh..aku sudah tak mampu bertahan,tentu saja mas bagas selalu memberikanku orgasme berlebih.

"Ah.....massss....aahahhhhhhhhhh"

Dia memompaku lebih cepat hingga terdengar suara gesekan alat kelamin kami. Kurasakan lahar panasnya menyembur di vaginaku.

"Oh...dear...kamu always enak dan sempit"

Aku bernafas lega dan dia memelukku dari belakang.

"Makasih mas"

Aku segera berlari ke kamar mandi, bersiap untuk kuliah siang ini. Setelah siap, kulihat mas bagas sudah menungguku di ruang tamu sambil berkutat dengan hp.

"Mas..yakin mau anter aku?"

"Aku bisa berangkat sendiri kok"

"Nope...mas free hari ini, si bella sakit jadi foto shootnya batal"

"Oh..."

"Yukks sayang"

Entah kenapa ada perasaan tidak enak mendengar nama perempuan itu disebut oleh mas bagas. Kali ini rasanya seperti dia ada diantara kami, hadir dalam kehidupan pernikahan kami yg selama ini tidak pernah dimasuki oleh siapapun.

Saat dimobil kuberanikan diri bertanya kegelisahanku pada mas bagas.

"Mas..."

"Ya sayang"

"Siapa mantan kekasih mas yg paling berkesan"

Kutanyakan dengan intonasi lebih ringan agar tidak terkesan aku sedang menyelidikinya. Kurasa dia mencoba bersikap santai kali ini.

"Tumbenan yang kamu nanya"

"Penasaran aja..."

"Bukannya kita uda janji buat tutup masa lalu"

"Ya mungkin ada masa lalu yg kiranya hadir kembali"

"Maksud kamu?"

"Ya..buat bersiap aja..siapa tau aku mesti waspada kalau ada masa lalu kamu yg datang lagi"

"Kamu ini ada-ada aja dear"

Dia membelai rambutku dan mencium punggung tanganku. Aku tau dia hanya berusaha menenangkanku. Tapi dia tidak menjawab pertanyaanku.

Aku menatapnya tajam saat dia fokus menyetir kali ini. Menelisik lebih dalam arti gurat wajahnya. Semoga perasaanku tidak benar.

Make (it better) LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang