merupakan sequel dari dear destiny dimana diambil dari sudut pandang metta
•
•
sebaiknya membaca dulu dear destiny.
•
•
only 21+
Lebih banyak foto 😘
vote to apreciate please.😊
Pagi ini aku terbangun dengan tangan rezky melingkar pada pingganggku, aku membuka mata dan masih nembayangkan kejadian semalam yg mengubah hidupku dalam sekejap. Aku tersenyum mengingat semalam kami saling menikmati.
Aku balik badan dan melihat wajah rezky masih terlelap, aku bangun dan memakai bajuku tentu tanpa dalaman. Bergegas aku ke dapur menyiapkan sarapan untuk rezky.
Aku berfikir membuatkannya oatmeal dan pisang serta susu jahe. Tepat saat aku berkutat dengan sarapan ini, rezky memelukku dengan lembut, melingkarkan tangannya ke pinggangku dan menikmati bau tubuhku.
"Masak apa sayang?"
"Heyyy..udah bangun...,oatmeal buat kamu breakfast"
Dia makin erat memelukku dari belakang, bahkan tangannya dengan nakal memainkan dadaku.
"Deaaarrr...ahhhh, kamu mesti ngantor kan"
"Ah.....coba aku bisa disini lebih lama"
"Besok masih bisa kalii"
Aku mendorongnya menjauh dan mulai menyiapkan sarapan di meja.
"Besok aku mesti berangkat ke singkawang"
"Oh...ya, ada tugas dari papa"
"Iya, ngecek audit kantor cabang singkawang"
"Berapa hari dear?"
"Plan 3 hari,gak tau kalo molor"
"Oh..oke"
"Habisss itu aku langsung ambil cuti"
"Oh..why?"
"Hello dear,, aku mau menghabiskan beberapa hari denganmu"
Dia memèlukku mesra, mencium bibirku lembut dan menggodaku dipagi hari. Aku berusaha lepas dari pelukannya dan mendorongnya pergi mandi.
"Please,,,mandiiiiiiiii deh"
Dia tertawa dan berlari menuju kamar mandi. Aku bergegas merapikan kamar tidur dan mengecek hp. Ada satu pesan dari bagas si fotografer.
Kapan kita bisa bertemu lagi?
Brengsek juga tuh orang, udah berani bilang aku jalang, beraninya dia mengirim pesan mengajak ketemu. Ku acuhkan saja pesan tersebut. Aku benar-benar heran apa maksud orang ini.
Selesai mandi, rezky menyelesaikan sarapannya dengan kutemani. Hari pertama kami sebagai pasangan. Oh..benarkah kini aku berpasangan dengannya?. Kenapa dia tidak mengajakku menjadi pasangannya.
"Rezky"
"Iya saayang"
"Status kita jadinya apa sih?"
Dia tersenyum dan menatapku yakin
"Status bukannya tidak penting dear, yg terpenting adalah bagaimana kita bersama"
Aku kaget mendengar jawabannya, dia tidak jelas memberi posisi apa untukku dihidupnya. Setelah apa yg kita lakukan semalam seperti dia tidak merasakan perasaanku. Apa benar ini hanya pengalamannya saja. Hatiku merasa perih dan sakit atas perlakuan ini. Aku berusaha tenang dan diam saat ini. Aku tak mau menunjukkan bahwa aku membutuhkannya. Bagaimanapun aku terlalu gengsi untuk mengakuinya.
"Aku berangkat dulu ya met"
Dia mencium keningku dan bergegas pergi. Aku mencoba menenangkan diri. Aku tak mau berkepanjangan memikirkan dia. Sebaiknya aku segera mencari pekerjaan.
"Haloo..metta"
"Ini siapa?"
"Sy bagas adhitama, karena kamu tidak membalas pesan saya, saya menelfon kamu untuk memastikan"
"Ada perlu apa?"
"Kapan kita bisa ketemu?"
"Agar anda bisa menilai saya dengan mudah"
"Oh..please...jangan emosi,kemaren hanya salah paham"
"Salah paham maksud lo, anda mengatakan dengan mudah bahwa saya adalah wanita nakal"
"Hmmm..sebenarnya bukan begitu maksud saya"
"Thenn..."
"Sebaiknya kita bertemu dulu nona metta"
"Akan sy pikirkan dulu"
Aku menutup telepon dari bagas dan tentu saja makin mendung sekali hidupku saat ini. Setelah mendapat jawaban menggantung dari rezky kali ini bagas menambah rasa kesalku pada nasibku kedepan.
Aku mengela nafas panjang dan segera beranjak untuk berendam, mungkin berendam akan mengatasi kecemasanku kali ini.
Aku berendam dengan bermain handphone, aku ingin memiliki identitas baru sebagai diriku sendiri. Tanpa embel-embel nama besar papaku indrawan surya. Aku membuat account instagram baru dengan nama baru juga,, Zeana Mettana surya yg kusingkat menjadi zeana surya. Lalu kuposting foto pertamaku yg bisa dibilang sexy.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sengaja aku hanya memfollow rezky, dan hanua ingin membuatnya selalu teringat padaku. Aku masih memikirkan ucapan rezky tentang ikatan kami. Dia bilang tak ada ikatan apapun. Oke, berarti akupun tak boleh menjadi budak cintanya. Aku akan bahagia jika aku dapat juga menikmati hidupku sebagai wanita bebas. Tak mau lagi aku merengek minta diakui.