Di kamar aku mengingat kejadian siang tadi, kurasa mas bagas benar-benar menahan hasratnya padaku. Itu berarti dia benar-benar ingin melindungiku.
Aku tersenyum mengingatnya,laki-laki yg menunjukkan keseriusannya padaku, tidak tergoda bahkan dengan godaanku saat kami tanpa status. Mungkin dia laki-laki yg tepat saat ini untukku. Tak perlu aku mengujinya lagi.
Aku berganti pakaian dan berencana ke kamarnya, sebelumnya aku memesan wine dan dua gelas untuk kami. Aku membunyikan bel kamarnya. Dia membuka dengan terkejut.
"Zea"
"Boleh masuk?"
Senyumku dan kuperlihatkan botol wine ditanganku
"Masuklah"
Aku melangkah masuk dan duduk dilantai karpet depan ranjangnya.
"Duduklah mas"
"Ada gerangan apa ini?"
"Aku hanya ingin berterima kasih padamu"
"For?"
"Menerimaku sebagai modelmu, karena maybe setelah project ini kita tidak akan sering ketemu"
"Oh yes..so sad dengernya"
Aku membuka botol wine dengan tenang dan menuangkannya digelas kami. Kami menikmati wine tersebut dengan santai.
"Apa rencanmu selanjutnya?"
"Seperti yg kubilang, aku akan lanjut S2 dan bekerja sesuai bidangku"
"Ah..true...kalo rindu jadi model ku datanglah padaku"
"Masih boleh?"
"Tentu,,,siapa yg bisa menolak pesonamu?"
Aku memandangnya dengan serius. Dia meletakkan gelas wine nya dan memegang tanganku.
"Aku serius ingin menjagamu ze, besok lusa dan seterusnya"
Aku tercengang mendengarnya, kuletakkan gelas wine ku dan naik di pangkuannya. Menciumnya basah dan tentu dia membalasnya dengan lebih basah.
Dia menghentikannya, dan bertanya
"Maksudnya kau bersedia?"
Aku tak menjawab dan meneruskan aksiku, meliuk-liuk diatas pangkuannya. Menikmati cumbuannya. Kurasakan batangnya sudah mulai menegang saat ini.
Dia merebahkanku diatas bantal lantai. Dan mulai mencumbuku rakus. Memegang tanganku diatas kepal dan turun menikmati payudaraku. Tentu saja aku tidak mengenakan bra saat aku kekamar ini.
"Ah...ahhhh..yessss...mas"
Dia mulai membuka bajunya dan menyisakan celana panjangnya. Kulihat tubuh atletis dan kekarnya kali ini membuatku merinding.
Bajuku dibukanya dengan lembut, yang tersisa hanya gstring merah ku, dia menikmati seluruh tubuhku seolah dia berhasrat ingin menikmatiku.
"Boleh aku teruskan sayang?"
"Ah....mas...mas bagas puaskan aku mas"
Mas bagas kembali membuatku ngangkang dan menikmati celah vaginaku, oh...nikmat sekali dia lebih lihai ketimbang rezky saat memuaskanku.
"Ahhh..ahhhh..yesss...arhhhh"
"Nikmatin ini syang"
Seolah tidak puas,tangannya meraih payudaraku dan memainkannya dengan rakus, sementara aku merasa akan orgasme yg pertama...
"Ahhhh...mas...aku akan keluar"
Dia semakin lahap menyedot vaginaku, bahkan saat aku menyemprotkan cairanku dia menikmatinya dengan lahap.
"Ahhhhh......."
Dia berhenti dan mencium keningku.
"I love you dear"
Aku tersenyum mendengarnya, bahkan saat dengan rezky dia tidak pernah mengatakannya.
"Kita bisa hentikan ini kalau kamu belum siap"
Aku bangun dan memeluknya, belum kutemui laki-laki yg selalu memikirkanku seperti ini. Kini aku benar-benar seperti wanita yg dicintai.
Kupeluk dia dan kucium bibirnya memburu, aku tau dia mengerti kodeku. Kubuka celananya dan kumainkan batangnya yang besar menyempul dari balik celana dalamnya. Kubiarkan dia berbaring dan aku mulai menikmati batangnya yg perkasa ini.
"Oh...your dick sp big mas"
"Itu akan membuatmu selalu puas sayang"
Aku menjilatnya dengan rakus,melakukan blowjobs dan batang 25cm itu tak mungkin muat masuk keseluruh mulutku.
"Ahhh..ahhhh enaaak sayang"
Aku mendengarnya meracau sambil merem melek kubuat saat kunikmati batangnya.
Aku bersiap akan memasukkan batangnya divaginaku, dia melihatku dan tersenyum,
"Biar aku yg melakukannya sayang"
Dia terbangun dan meletakkanku pada pangkuannya, memelukku erat dan memasukkan batangnya pada vaginaku dengan sekali hentak
Blesssss....jleeeebbb
"Ahhhhhhhhhh mas bagas"
Dia menikmati payudaraku sambil memompaku pelan dan dalam. Aku meracau menikmati kenikmatan ini.
"Ahhhh...mas....ouccchhh enak sekali"
Dia perkasa sekali saat memompaku kuat, kami melakukannya dilantai dengan nikmat.
Aku terbang terpuaskan saat dia memompaku lebih cepat.
"Ahhh..ahhhh..ahhhhh yeesss aku mau keluar lagi mas"
Dia semakin kuat memompaku dan membenamkan seluruh batangnya dalam di vaginaku...
"Arrrrhhhhhh aku keluar mas"
Dia berhenti memompaku dan memelukku erat,
"Sempit sekali sayang...nikmat banget lubangmu"
Aku tau dia belum orgasme, sedang aku sudah dua kali dibuatnya menjerit.
"Buat aku menjerit lagi mas"
Dia mengerti kode yg kuberikan, dia kembali memompaku cepat, berdiri dan menggendongku, kami melakukannya dengan posisi dia menggendongku.
Oh laki-laki ini kuat sekali. Dia berjalan sambil sekali memompaku
"Ahhhh..ahhhh yessss...mas..ouchhhh..nikmat"
Dia berjalan menuju kaca kamar hotel ini, menurunkanku dan membalikkan badanku, dia menusukku dari belakang dengan posisiku menempel pada kaca. Meraih payudaraku dan memainkannya sambil terus memompaku.
"Ahhh..yess...ahhhh..sayang aku mau keluar"
"Arhhhh...arhhhh yesss..mas,,aku juga mau keluar lagi,,,keluarkan didalam mas"
Kurasakan batangnya mengaduk vaginaku lebih cepat...nikmat yg kurasakan..saat dia semakin cepat dan berteriak
"Ahhhhhhhhhhhhhh....aku keluar sayang"
Semprotan hangatnya kurasakan didalam vaginamu saat aku juga orgasme yg ketiga kalinya. Dia membalikkan badanku dan menciumku mesra.
"Thanks a lot sayang,,,i love you"
Aku ambruk dipelukannya, pria perkasa ini benar-benar membuatku mabuk malam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make (it better) Love
Romancemerupakan sequel dari dear destiny dimana diambil dari sudut pandang metta • • sebaiknya membaca dulu dear destiny. • • only 21+ Lebih banyak foto 😘 vote to apreciate please.😊
