Rindu menggebu ragu

1.9K 67 0
                                        

Aku masuk kedalam mobil dan rezky mulai mengemudikan mobilnya saat ini.

"Kita mau kemana ini?

"Aku lapar sekali met"

"Hmmm pengen makan apa?"

"Makan kamuuu,,,hahaha"

"Plizzz deh seriussss..."

"Aku gak suka sama siapa tadi nama fotpgrafer itu"

"Bagas?"

"Yesss...kurasa dia memotretmu dengan ingin menerkammu"

"Hahahha...kau selalu mengada-ada ky"

"Jujurlah padaku kalo dia sudah mulai menggodamu"

Aku tersenyum dan nenghela nafas, bagaimana kalo rezku tau bahwa kami telah sempat dinner romantis hingga menikmati malam indah bersama.

Kami tiba di lobby hotel la fayette...hotel ini terkenal dengan steak and wine yg luar biasa.
Kami memilih makan dipinggir kaca besar yg terlihat pemandangan kota ini. Memesan steak terenak dan wine terbaik yg dimiliki hotel ini.

"Gimana rencana S2 mu ky?"

"Good...papamu setuju aku mengcancel s2 ku diaussie setelah tau kamu juga membatalkannya"

"So? Kamu jd ambil di kampus"

"Yaap...full beasiswa dari pak indrawan"

"Giska masih sering kekantor?"

"Kudengar mereka menikah minggu depan"

"Oh"

"Kamu tak ingin datang"

"No...aku butuh waktu lebih lama untuk menerima ini"

"Okeee..aku akan datang sendiri...then...kamu jadi kan ambil S2 mu"

"Belum yakin, aku mulai menikmati profesi baru ku"

"Oh dear...please, kukira itu hanya rasa penasaranmu saja"

"Setelah kujalani aku mulai menyukainya ky"

"No...your big deal is nerusin perusahaan bokap"

Aku menggeleng dan terlihat malas membahas ini

"Aku belum pada tahap mampu untuk itu"

"Ya...setidaknya jangan sampai kau tak punya rencana kesana"

"Will see lah "

Dia mengelus punggung tanganku dan memberikan kunci kamar padaku. Mengisyaratkan bahwa malam ini kami akan bermalam disini. Benar saja hal tersebut langsunh mencairkan suasana hatiku.

Setelah selesai makan kami menuju kamar president suite dengan pemandangan paling indah malam ini.
Aku terpesona dengan view yg luar biasa dari kamar ini. Rezky memelukku dari belakang dan mencium pundakku.

"Kamu suka dear?"

"Bangeeet"

Aku mulai menikmati pelukannya, mengelus tangannya yg melingkar pada pingganggu, dan dia dengan nakal mulai mencium leherku dengan panas.

"Ahhh...ahhhh..sayang"

"Berteriaklah memanggil namaku sayang"

Tangannya mulai masuk pada dadaku dan membelai lembut payudaraku, dan tangan satunya dengan nakal membalikkan badanku dan mengangkat kaki kiriku agar aku semakin mendekat.

"Aku akan membuatmj berteriak malam ini sayang"

Aku merinding mendengar ucapannya, dia menggendongku dan meletakkanku pada sofa panjang dipinggir kaca. Melepas semua bajunya dan menyisakan celana dalam dengan batang menyempul.
Aku mendesah nikmat saat dia mulai melucuti bajuku dan menyisakan bra serta panty ku.

Rezky menikmati payudara ku dengan lembut, memasukkan jarinya pada vaginaku...oh...nikmat sekali rasanya

"Ahhh...nikmaaat sayang"

"Teriakkan namaku dear"

"Rezkyy...give me more"

Dia bersiap memasukkiku saat dia menggeser posisiku menjadi diatas. Ini saatnya aku beraksi, aku dengan lihai mencari dimana batangnya dan langsung memasukkannya pada lubangku.

Jleeebbbb...blesssss

"Ahhh..shiitttt..sempit banget sayang"

Aku menikmati permainan ini, aku bergerak seperti sedang menaiki kuda. Membuka bra ku agar rezky menikmatinya. Mempermainkan rambutku agar terlihat binal. Rezky bangkit dan menikmati payudaraku dengan rakus..oh...nikmat sekali.

"Ahhh...ayeeeesss...yesss...oh...nikmaaat sayang"

"Berlakulah lebih binal sayang"

Dia menampar pantatku agar aku lebih menantang lagi, aku mempercepat mempompa lubangku pada batang rezky, meneriakkan namanya hingga aku mengatakan banyak bahasa kotor kali ini.

"Ohhh..ahhhh...yesss.....aku mau keluar sayang"

Rezky mengambil alih sodokan itu, dia tau aku mau keluar justru semakin liar memompaku dengan keras, memelukku erat dan berusaha membenamkan lebih dalam batangnya ke lubangku.

"Arhhhhhhh...nikmat sayang,aku keluar"

Belum juga aku istirahat rezky sudah menggendongku dengan kuat, dalam keadaan tubuh masih menyatu. Masih teruh dengan kuat memompaku, kini dia membawaku ke ranjang hotel ini. Membalikkan badanku sehingga posisi kami menjadi doggy style. Dia terus memompaku dengan tangan memijat payudaraku yg menggantung.

"Shittt...nikmat sekali sayang"

"Ohh..yeesss faster baby"

Aku kembali horni dan meminta lebih. Menikmati setiap sodokannya dengan mendesah nikmat.

"Ahh..ahhh..ahhhh"

"Aku bisa keluar lagi sayang..aarrhhh...ahhh"

Rezky memompa dengan cepat hingga timbul bunyi gesekan alat kelamin kami. Menyodokkannya dengan keras kali ini hingga aku meraung.

"Ahhhh.............rgggggghhhh"

Akupun tak sanggup menahan gejolak ini, aku menjepit batangnya dengan kuat, memijitnya dan akupun orgasme yg kedua dengan nikmat.
Aku melihat rezky terlihat lega dan kurasakan semburan sperma nya di vaginaku hangat.

Kami tergeletak tak berdaya di ranjang hotel ini.

Make (it better) LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang