Selang beberapa menit Langit dan teman-temannya pun kembali ke apart milik Natha, namun saat di ambang pintu apart mereka kaget karna Risya pingsan di ambang pintu Reno yang melihat itu langsung menggedong Risya dan membawa Risya masuk ke dalam kamar Natha.
Dan betapa kagetnya lagi mereka tidak melihat Natha melainkan melihat Laura yang sedang menangis di lantai dan di dahinya Laura ada darah yang masih mengalir.
"Ra Natha kemana? Terus Risya itu kenapa bisa pingsan? Dan dahi lo kenapa?" tanya Iyan bertubi-tubi.
"Maaafin gue...hiks...Gu...Gue ngga bisa jaga Natha," ucap Laura sambil menangis, Darren yang melihat itu kasihan dan langsung memeluk Laura agar Laura tenang.
"Stt...Udah ya ini bukan salah lo kok, ini salah kita semua yang ngga bisa jaga Natha," ucap Darren sambil mengusap-usap punggung Laura.
"Lo tau ciri-ciri orang itu?" tanya Langit.
"Dia pake baju item sama topi item." jawab Laura.
"Dari kapan Lia di bawa sama dia?" tanya Langit.
"15 menit yang lalu," jawab Laura.
"Sialan!" umpat Langit yang sudah tersulut emosi.
Saat Langit ingin pergi tangannya langsung di cekal oleh Iyan.
"Gue saranin lo jangan pergi dulu, tenangin pikiran lo dulu abis itu baru lo boleh cari Natha," ucap Iyan.
"Tenang? Lo pikir kalo gue tenang dan santai-santai dulu disini Lia bakalan ketemu? Ngga gue harus pergi cari Lia!!" ucap Langit yang sudah emosi.
"Gue bilang tenang ya tenang!! Kalo lo nyari Natha dengan keadaan lo yang lagi emosi bukannya cepet ketemu malah nanti lo nya yang celaka!" omel Iyan ke Langit.
"Tapi gue ngga mau kehilangan Lia untuk kedua kalinya," ucap Langit lirih sambil menunduk.
"Gue ngerti posisi lo sekarang, tapi gue saranin lo tenangin diri lo dulu jangan gegabah," ucap Iyan sambil menepuk-nepuk pundak Langit.
Dilain sisi yaitu di sebuah gedung tua yang sudah tidak di pakai dimana Natha sedang di sekap oleh seseorang.
"Aw....." ritih Natha sambil membuka matanya.
"A...Aku dimana? Dan kenapa badan aku di iket semua?" tanya Natha pada dirinya sendiri.
"TOLONG!!! TOLONG!!! SIAPAPUN TOLONG!!!" teriak Natha namun tidak ada siapapun disana.
"Hiks...hiks...tolong...tolongin Natha...hiks...hiks...mamih...papih...kak Langit...." ucap Natha sambil terisak.
□□□
Sudah 3 hari lamanya Natha belum juga di temukan, orang tua Natha pun sangat panik dan sedih karna putrinya di culik oleh seseorang yang tidak di kenal.
Kondisi Langit pun sekarang sangat kacau, dengan kantung mata yang hitam, rambut acak-acakan dan seperti orang yang tidak di urus sama sekali.
Tok...tok...tok...
Ketukan dari luar kamar Langit membuat si pemilik langsung membuka dan nampaklah di sana bundanya.
"Langit sekarang kamu turun ya terus kamu makan, kamu udah hampir 3 hari belum makan," ucap Lani sambil mengelus-elus rambut Langit.
"Engga bun Langit harus temuin Natha dulu baru mau makan, karna Langit tau pasti Natha disana ngga di kasih makan sama sekali dan Langit bakalan sama kaya Natha ngga akan makan sama sekali," jawab Langit lalu langsung masuk kedalam kamar tidak lupa mengunci kamarnya kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [Selesai]
Novela Juvenil[Sequel Bad Girl vs Possesive Boyfriend] [Bisa di baca terpisah] "Kak Langit tau gak?" "hm?" "aku pengin jadi bintang deh," "kenapa?" "karna bintang itu termasuk dalam benda langit, dan aku mau jadi bagian dari kak Langit," Kehidupan Langit yang awa...
![Langit [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/216954915-64-k558611.jpg)