"Hai sayang wake up baby, kamu lupa kalo kita hari ini mau jalan-jalan," ucap Langit sambil berusaha membangunkan Natha dari tidurnya.
"Hm...5 menit lagi kak." gumam Natha sambil mempererat pelukannya ke Langit.
"Yaudah kalo gitu kita ngga usah jadi jalan-jalan aja deh, kita habisin waktu di rumah aja gimana?" ucap Langit.
"Hm...Di rumah aja deh kak, aku mager banget kalo jalan keluar," ucap Natha sambil membuka matanya.
"Oke, jadi kita bakalan ngapain aja seharian ini sebelum aku pergi ke Canada?" tanya Langit.
"Rebahan aja, aku males ngapa-ngapain." jawab Natha sambil menutup matanya kembali.
Langit yang mendengarkan itu pun langsung menjahili Natha.
"Yaudah gimana kalo rebahannya sambil bikin dedek emes," bisik Langit sambil mengelus-elus perut Natha yang masih terbalut baju tidur.
Natha yang mendengarkan itu langsung membuka matanya dan langsung bangun.
"Ih apa sih kak Langit, engga ya aku engga mau kita bikin dedek emes sekarang, aku mau lulu SMA dulu abis itu kalo udah lulus baru boleh bikin!" ucap Natha namun saat di perkataan yang terakhir Natha kaget dan langsung menutup mulutnya.
"Serius nih, oke kalo gitu pas kamu udah lulus kita bikin dedek emes ya," goda Langit sambil menoel-noel pipi Natha.
"Ih...Apa sih kak Langit, udah ah aku mau mandi." ucap Natha sambil turun dari kasurnya.
"Mau di temenin ngga?" ucap Langit enteng dan Natha langsung menatap Langit tajam.
Brak
Pintu kamar mandi di banting oleh Natha dan Natha pun berteriak.
"KAK LANGIT MESUM!!!" teriak Natha dari dalam kamar mandi.
Sedangkan Langit dia malah tertawa terbahak-bahak.
□□□
Setelah acara Langit yang menggoda Natha dan Natha kesal dengan tingkah Langit sekarang mereka berdua sedang berada di dapur.
"Sayang ini sayurnya udah aku cuci terus aku bantuin apa lagi?" ucap Langit, Natha yang sedang menggoreng ayam pun langsung menoleh ke arah Langit.
"Itu tuh potongin bawang sama cabe." jawab Natha.
"Oke sayang," ucap Langit.
Langit pun langsung memotong bawang dan cabe tapi memotongnya sangat tidak beraturan, bawang yang tebal-tebal sekali lalu cabe yang di potongnya tidak karuan Natha yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan mengambil alih pisau di tangan Langit.
"Nih potong cabe sama bawang tuh kaya gini," ucap Natha sambil mempraktekan memotong bawang dan cabe.
Langit pun langsung memeluk Natha dari belakang membuat Natha tersentak kaget.
"Ih lepas kak," ucap Natha sambil berusah melepas pelukan Natha.
"Ajarin aku," ucap Langit sambil mengambil alih pisau dari Natha.
"Ya ngga gini juga kali kak," ucap Natha yang masih berusaha melepas pelukan Langit.
"Udah deh kamu diem, sekarang kamu ajarin aja gimana caranya," ucap Langit yang masih tetap memeluk Natha dari belakang dan Natha pun hanya pasrah dan langsung meletakan tangannya di atas tangan Langit.
Selang beberapa menit mereka berdua memasak lebih tepatnya Natha yang memasak sedangkan Langit hanya bisa mengacaukannya saja.
"Akhirnya selesai juga," ucap Langit yang sudah duduk di meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [Selesai]
Ficção Adolescente[Sequel Bad Girl vs Possesive Boyfriend] [Bisa di baca terpisah] "Kak Langit tau gak?" "hm?" "aku pengin jadi bintang deh," "kenapa?" "karna bintang itu termasuk dalam benda langit, dan aku mau jadi bagian dari kak Langit," Kehidupan Langit yang awa...
![Langit [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/216954915-64-k558611.jpg)