Sudah sebulan dari kejadian Langit dan Natha bertengkar, dan sekarang mereka berdua sudah hidup damai tanpa ada plakor sama sekali.
Langit dan Darren pun juga sudah pindah kuliah di Indonesia, sebenarnya hanya Langit saja yang ingin pindah namun entah lah Darren selalu mengikut Langit kemana pun dia berada.
"Pagi sayang," ucap Langit sambil mengecup pipi Natha membuat Natha yang masih terpejam langsung membuka matanya.
"Hm...Pagi juga kak," ucap Natha.
"Kak awas aku mau siap-siap buat pergi ke sekolah," ucap Natha lagi sambil berusaha melepas pelukan dari Langit.
"Em...Sebentar aja sayang, emang kamu engga cape apa kita tidur jam 3 loh," ucap Langit yang masih mempererat pelukannya.
"Tapi-"
Ucapan Natha terpetus kala perutnya sangat mual, Natha pun langsung menepis kasar lengan Langit dan langsung pergi ke kamar mandi.
"Huek...huek..." muntah Natha namun yang keluar hanya caira bening saja.
"Sayang yaampun kamu kenapa?" tanya Langit yang langsung khawatir.
"Nggapapa kok kak, mungkin aku masuk angin doang," jawab Natha yang bibirnya sudah sangat pucat.
"Engga engga, pasti bukan masuk angin sekarang kamu siap-siap kita bakalan pergi ke rumah sakit buat periksa kandungan kamu," ucap Langit.
"Huft...oke oke aku bakalan siap-siap, tapi nanti aku bisa telat kalo pergi ke rumah sakit sekarang,"ucap Natha.
"Kamu izin dulu," ucap Langit dan Natha pun hanya pasrah.
Selang beberapa jam Natha dan Langit sudah berada di rumah sakit dan sekarang Natha sedang di periksa oleh dokter Alif.
"Gimana keadaan istri saya dok?" tanya Langit ketika selesai memeriksa Natha.
"Apa gejala muntah-muntah ini sudah terjadi setiap hari atau baru ini?" tanya dokter Alif.
"Baru terjadi tadi pagi dok, memangnya kenapa?" tanya Langit.
"Sebaikan istri anda harus di periksa oleh dokter kandungan pak," ucap dokter Alif.
"Ma...maksud dokter istri saya sedang hamil?" tanya Langit.
"Saya belum tau pasti pak," jawab dokter Alif.
"Yasudah terima kasih dok," ucap Langit.
Langit pun langsung menghampiri Natha dan mengajak Natha untuk periksa ke dokter kandungan, untung saja rumah sakit itu terdapat dokter kandungan jadi tidak perlu pergi jauh-jauh lagi.
"Kak kita ngapain disini?" tanya Natha yang bingung.
"Kamu diem aja oke sayang, aku mau kasih kejutan ke kamu," jawab Langit.
"Atas nama ibu Natha," ucap suster.
"Saya sus," ucap Natha.
"Baik mari masuk bu dokter Lea sudah menunggu," ucap suster itu dan di angguki Natha.
Setelah masuk ke ruangan, Natha pun langsung di priksa oleh dokter Lea.
"Selamat pak, istri anda sedang hamil dan usia kandungannya baru 2 minggu, di sarankan agar istri bapak jangan terlalu kelelahan dan jaga pola makannya," ucap dokter Lea dan itu mampun membuat Langit tersenyum lebar.
"Terimakasih dok kalau gitu saya keluar dulu," ucap Langit.
Langit pun langsung menggendong Natha, Natha yang di gengdong hanya diam saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [Selesai]
Novela Juvenil[Sequel Bad Girl vs Possesive Boyfriend] [Bisa di baca terpisah] "Kak Langit tau gak?" "hm?" "aku pengin jadi bintang deh," "kenapa?" "karna bintang itu termasuk dalam benda langit, dan aku mau jadi bagian dari kak Langit," Kehidupan Langit yang awa...
![Langit [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/216954915-64-k558611.jpg)