©dotorijen
-
Tentang kisah yang diceritakan.
Tentang datangnya seseorang, tentang hati yang ditumbuhi rasa, tentang jiwa yang dihangatkan bara, tentang raga yang kini mendamba.
Dia asing bagiku. Mulanya.
Bahkan bumi seperti tak percaya. Bahwa dia benar ada.
Dia berbeda, benar berbeda.
Namun itu yang membuatku semakin mencinta.
Aku mencintainya.
Lembar ini ditulis ketika mendung. Mengingatkanku pada kelabunya yang teduh. Untuk suamiku-
"Akhh..."
Jemarinya menggantung, meninggalkan keyboard perlahan ke sisi meja. Mengerang menahan nyeri yang tiba-tiba merajam, Taeyong baru ingat, ia sendirian di rumah.
Ponselnya entah sejak kapan berada di atas tempat tidur, jaraknya tak begitu jauh namun ia tetap kesulitan hanya untuk menggapainya. Langkahnya tertatih, menopang pada benda di sekitar untuk sampai di tepi ranjang.
Jemarinya yang bergetar bergerak, menyentuh menggeser layar ponsel. Sulit melihat dengan bulir air mata yang menggenang, membentuk jelaga di kedua bola matanya. Rintihan tak henti mengalun, Taeyong rasanya tak sanggup.
"Jaehyun.."
Suara di ujung sambungan menyahut sarat kekhawatiran. Pria yang tengah disibukkan dengan suntik vaksin rutin itu lekas melempar ballpoint yang tersemat di sela jemarinya, menanggalkan jas putihnya kemudian berlari keluar ruangan.
Ia melempar tanggung jawab sekali lagi kepada rekan barunya. Hyunjin kena imbas lagi.
***
Tentang malaikat kecil yang datang.
"Sayang, kau telah melakukan yang terbaik."
Taeyong hanya mampu mengangguk dengan senyum. Di sampingnya Jaehyun duduk dengan tenang, masih terlihat berantakan dengan rambut yang berjatuhan di sisi wajah sebagian mencuat ke atas, kerah bajunya yang kusut tak membentuk ciri seorang dokter muda. Namun berbalik dari itu semua, wajahnya tampak berseri, memancar raut penuh kebahagiaan.
Lengkap sudah, dua malaikat yang sekarang ia miliki. Jaehyun sebenarnya sampai ingin menangis, namun ia tak tega membuat langit yang berseri siang itu ikut mendung bersama kelabunya.
"Jae.."
"Kenapa sayang?"
"Kau sudah memberinya nama?"
Jung Minhyung.
Lahir dalam keadaan normal dan sehat. Mewarisi permata hitam ibunya dan wajah rupawan sang ayah.
-
To be continued...
Iya ini fendekk dan apa pula yang kutulis ini, dadakan banget kek tahu bulat :<
Double update? Vote duluuu
Terima kasih sudah membaca ❤
—Jen
KAMU SEDANG MEMBACA
(✔) Rain Fox
Fanfiction[ SELESAI ] Bagaimana rasanya tinggal dan menikah bersama manusia rubah? Lee Taeyong membeli sebuah rumah di pedesaan. Namun tak disangka, ternyata rumah itu masih berpenghuni dan sosok yang tinggal di sana adalah manusia rubah berekor sembilan. - ⚠...
