{ 12 } || Apaa!!

7.7K 406 13
                                        



●●● Step Backward ●●●


Keduanya menatap ke sekeliling rumah yang dirasa begitu megah , tidak terlalu besar namun sangat elegan dan begitu rapi .

" Kalian akan tinggal disini "- jelas daniel

" Kita juga sudah membersihkan semua barang kalian untuk dipindah kekamar baru , kamar kalian akan saling bersebelahan "- jelas geral


" Semoga kamu betah ya nak disini "- ucp davina menepuk pundak david


" Ini juga demi kebaikan kalian berdua , ini biar kalian bisa lebih akrab , dan saat kalian menikah nanti rumah tangga kalian akan baik - baik saja "- jelas davina menatap salma dan david secara bergantian


" Mama yakin kamu bakalan betah salma asalkan mama gak cabut semua fasilitas kan "- ungkap firen

" Kali ini aku mau mobil itu dibawa kesini ma "- jelas salma


" Hey kamu kan bisa bareng sama david sayang "- jelas davina

" Enggak tan gak perlu "- tolak salma menatap david dengan tatapan sinis


" Udah salma , kamu emang bakalan berangkat sama david , gausa nolak deh , lagipula kan masih ada david yang bisa ngasih tumpangan sama kamu "- ungkap firen

" Iyakan david ?"- tnya davina

" Iya "- david menjawab dengan begitu malas

" Loh , david aja bilang iya "- ucp firen


" Lebih baik kita pulang , biarkan mereka istirahat "- jelas daniel yang sukses membuat ketiganya mengangguk

Mereka saling melepas rindu dengan anaknya , lalu memberikan saran untuk mereka , setelahnya keempat orang itu pergi meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam .


Salma berjalan lebih dahulu , namun lelaki itu sudah menahannya hingga membuat salma menoleh lalu menatap david dengan tatapan marah .


" Lo mundurin diri atau lo bakalan tau akibatnya kalo sampek lo berhasil jadi ketua BEM "- ucp david begitu dingin

Sebelumnya david sudah mulai bersikap sedikit hangat dengan salma , namun karna salma berusaha mengambil apa yang diinginkan oleh dea maka david tak akan bisa lagi bersikap baik pada salma .

" Gue sama sekali gak takut , lo pikir gue bakalan nyerah gitu aja karna ancaman lo "- gemas salma menepis tangan david kuat lalu berjalan menuju kearah kamarnya dengan segera .

Salma masuk ke dalam kamar berpintu abu - abu, mendapati jika kamar tersebut begitu bagus , ia mengunci pintu kamarnya lalu memperhatikan sekitar , ia melihat dengan jelas jika dekorasi kamar nya begitu cantik .

" Bagus sih , tapi gue gak seneng , kenapa coba gue harus tinggal sama cowok kayak dia "- umpat salma menghembuskan nafas kasar

Step Backward Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang