●●● Step Backward ●●●
Keduanya menatap ke sekeliling rumah yang dirasa begitu megah , tidak terlalu besar namun sangat elegan dan begitu rapi .
" Kalian akan tinggal disini "- jelas daniel
" Kita juga sudah membersihkan semua barang kalian untuk dipindah kekamar baru , kamar kalian akan saling bersebelahan "- jelas geral
" Semoga kamu betah ya nak disini "- ucp davina menepuk pundak david
" Ini juga demi kebaikan kalian berdua , ini biar kalian bisa lebih akrab , dan saat kalian menikah nanti rumah tangga kalian akan baik - baik saja "- jelas davina menatap salma dan david secara bergantian
" Mama yakin kamu bakalan betah salma asalkan mama gak cabut semua fasilitas kan "- ungkap firen
" Kali ini aku mau mobil itu dibawa kesini ma "- jelas salma
" Hey kamu kan bisa bareng sama david sayang "- jelas davina
" Enggak tan gak perlu "- tolak salma menatap david dengan tatapan sinis
" Udah salma , kamu emang bakalan berangkat sama david , gausa nolak deh , lagipula kan masih ada david yang bisa ngasih tumpangan sama kamu "- ungkap firen
" Iyakan david ?"- tnya davina
" Iya "- david menjawab dengan begitu malas
" Loh , david aja bilang iya "- ucp firen
" Lebih baik kita pulang , biarkan mereka istirahat "- jelas daniel yang sukses membuat ketiganya mengangguk
Mereka saling melepas rindu dengan anaknya , lalu memberikan saran untuk mereka , setelahnya keempat orang itu pergi meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam .
Salma berjalan lebih dahulu , namun lelaki itu sudah menahannya hingga membuat salma menoleh lalu menatap david dengan tatapan marah .
" Lo mundurin diri atau lo bakalan tau akibatnya kalo sampek lo berhasil jadi ketua BEM "- ucp david begitu dingin
Sebelumnya david sudah mulai bersikap sedikit hangat dengan salma , namun karna salma berusaha mengambil apa yang diinginkan oleh dea maka david tak akan bisa lagi bersikap baik pada salma .
" Gue sama sekali gak takut , lo pikir gue bakalan nyerah gitu aja karna ancaman lo "- gemas salma menepis tangan david kuat lalu berjalan menuju kearah kamarnya dengan segera .
Salma masuk ke dalam kamar berpintu abu - abu, mendapati jika kamar tersebut begitu bagus , ia mengunci pintu kamarnya lalu memperhatikan sekitar , ia melihat dengan jelas jika dekorasi kamar nya begitu cantik .
" Bagus sih , tapi gue gak seneng , kenapa coba gue harus tinggal sama cowok kayak dia "- umpat salma menghembuskan nafas kasar
KAMU SEDANG MEMBACA
Step Backward
Teen Fiction" Lepasin gueee , Akhhh-" pekik gadis itu saat lelaki tersebut menjambak rambut nya hingga membuat gadis itu meringis kesakitan " Lo gak dengerin perintah gue "- ucp lelaki itu dengan suara beratnya yang terlihat begitu menakutkan " Engghh- Lepas...
