" Bahkan pada pekat malam dia pernah merutuk, tentang betapa cantiknya purnama kala itu"
♡♡♡
Selamat menikmati gaess♡ Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Ga bayar kok buat nekan bintang di sudut kiri paling bawah🤗
♡♡♡
Waktu bergulir tanpa disadari. Jam menunjukkan bahwa saat ini cukup larut untuk sekedar membuka mata. Tetapi tidak untuk beberapa orang.
Koridor sebuah rumah sakit swasta terlihat cukup ramai. Beberapa mata menatap kosong. Jelas sekali mereka berada dalam kondisi cemas yang cukup parah. Semuanya sibuk dengan pemikiran masing-masing.
Berada paling dekat dengan pintu ruang IGD, pasangan keluarga Kim tampak sangat kalut. Suho mendekap istrinya yang sejak tadi tidak berhenti menangis.
"Tenang Bun, Ara pasti baik-baik aja kok"
Ucapnya mencoba menenangkan Irene.
Tak ada respon. Yang ada hanya isakan pelan dan gumaman kekhawatiran yang tidak jelas. Suho menengadahkan kepala, seakan meminta kekuatan agar tetap tegar sekalipun semua berjalan tidak sesuai harapan.
Jaehyun yang duduk di bangku seberang terlihat sangat frustasi. Wajahnya tertunduk lesu. Berbagai perasaan kini menyerang hatinya. Namun perasaan penuh penyesalan terasa sangat kontras saat itu. Bahkan dia tidak sempat mempedulikan kemejanya yang tak lagi sempurna itu.
Melihat kekalutan yang cukup berat itu, Choi Nari yang duduk di sampingnya secara alami mengulurkan tangan. Gadis itu dengan lembut menggenggam tangan kekasihnya yang terasa gemetar itu. Seakan mencoba mentrasfer kekuatan padanya. Jaehyun menatapnya dengan mata sayu.
"Yakin deh, semua baik-baik aja"ujarnya menenangkan.
Sekalipun dalam ucapannya itu terdapat nada kekhawatiran, gadis tersebut berusaha tetap tersenyum.
Sementara di samping kirinya, Doyoung duduk dengan perasaan tidak nyaman. Matanya tidak berhenti mengawasi Haechan yang berdiri di sebelah Mark. Dan sesekali melirik pada adiknya di bangku sebelah.
Begitu juga dengan Haechan, dia memutuskan ikut ke rumah sakit karena ini sudah terlalu malam. Sementara adiknya bersikeras ikut ke rumah sakit. Sekalipun dia ingin menghindari pertemuan dengan Doyoung, tetap saja dia merasa wajib untuk menemani adiknya. Saat Doyoung memandangnya dengan tatapan sinis, dia akan balas menatap dengan ekspresi menjengkelkan.
Di depan mereka, terlihat Mark sedang bersandar dalam posisi berdiri. Matanya menatap lantai yang dingin. Seakan pandangan kosongnya itu bisa menembus lantai rumah sakit. Haechan sesekali menepuk pundaknya, mencoba menenangkan juga.
Dia yang biasanya cerewet, kini terlihat seperti anak pendiam. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya sejak kejadian tadi.
Hari semakin larut malam. Mereka cukup lelah apalagi setelah pesta yang bersemangat tadi.
Hyeri yang duduk di samping Lucas dengan susah payah menjaga agar kelopak matanya tidak menutup. Sesekali tanpa sadar, gadis itu terkulai tidur di bahu Lucas, dan kembali bangun secepat mungkin dalam keadaan ngantuk berat.
"Tidur aja dulu, nanti gue bangunin"
Lucas tidak tahan melihat Hyeri yang menahan kantuk itu, lantas menyuruhnya untuk benar-benar tidur.
"Em?"gadis itu menjawab setengah sadar.
"Tidurr maemunah. Gue pinjemin nih bahu gue"ujarnya gemas menahan suara agar tidak berisik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crush on You
RandomCerita di persimpangan asa dan nelangsa. Romansa dan tragedi seakan menanti untuk dipilih sebagai akhir.-
