"Orang-orang lebih percaya pada apa yang mereka lihat sekalipun itu kebohongan"
♡♡♡
Ten mengikuti arah pandang adiknya. Mencoba mencerna keterkejutan yang tengah dihadapi gadis itu.
"Kenapa lu dek?"
"Njirr"bukannya menjawab kebingungan Ten, gadis itu malah mengumpat setengah bergumam.
"Apasiih"
"Dahlah kak, gue mau resign aja, bye"ujarnya sembari berniat melarikan diri.
Ten semakin mengernyitkan kening.
"Elu kenapa sih dek, katanya mau makan"dengan sigap pemuda itu menarik adiknya seperti menarik pundak kucing, membuat langkah gadis itu tertahan.
"Lepasin gue kak!"rutuknya berbisik dengan kesal.
"Kenapasih? Emang lu lihat apaan? "Ten mengedarkan pandangannya ke arah ruang tamu sekali lagi.
Dalam waktu yang bersamaan, Kun menyadari kehadiran mereka.
"Cepetan turun. Udah lapar nih"ajaknya sambil melambaikan tangan.
Ten tersenyum usil. Ternyata Kun tidak sendiri. Objek yang membuat Hana kelabakan itu akhirnya berbalik badan, menyapa mereka dengan senyum manis.
"Mamposssss, lepasin gue kak plis"Hana memelas dengan suara berbisik pada Ten. Seringai usil muncul di wajah pemuda itu.
"Lah kenapa? Lu mau kemana dek? Ada tamu loh itu"
"Pliss gue ga sanggup. Gue dah kenyang ga jadi makan"ujar Hana semakin panik.
"Kenapa siih. Ayo ikut turun. Bukannya lu naksir berat dulu sama temannya Kun itu?"goda Ten.
"Makanya itu, ga sanggup gue ke bawah sekarang kak"ronta Hana.
"Kenapa?"
"Lu ga liat gue sekarang gue kek apa kak? Ga estetik banget tau?"cerca Hana menyesali tampilannya yang amburadul di saat yang tidak tepat. Ten terkikik.
"Yaelaaah, ngapain pusing. Toh dia ga pernah tuh tertarik sama lu dek dari dulu"ledeknya.
"Bangke lu kak. Seneng banget ya lu liat gue patah hati. Lagian itu dulu kok, dulu!"rutuk Hana.
"Nah makanya itu. Ayo ke bawah, kelamaan ntar si Kun ngamuk"
"Kak Kun mah sabar, ga kek seseorang"sindir Hana.
"Kampreet dah"rutuk Ten.
Dengan terpaksa gadis itu mengikuti langkah kakaknya. Tentu saja perasaannya campur aduk. Bahagia, resah dan malu bercampus menjadi satu. Menyisakan raut canggung di wajahnya.
Keduanya berjalan menuju ruang makan. Menyusul Kun dan temannya yang sudah dulu sampai di sana.
"Ayo cepetan gabung sini?"sekali lagi Kun menyeru dengan senyum hangatnya.
Tepat saat itu temannya yang sudah duduk duluan langsung menyapa Ten dan Hana.
"Hai Ten, halo Hana"sapa pemuda itu dengan senyum di bibir. Hana seketika langsung menciut salah tingkah di belakang kakaknya.
"Hai kak"jawabnya canggung.
"Yoi bro. Dah lama ya lu ga main ke sini"sahut Ten.
"Haha iya nih. Maklum orang sibuk bro"
"Sibuk apaan cielaaah"ledek Ten.
Hana duduk sambil mendengarkan reuni mendadak itu.
"Maklum lah anak BEM maah susah ada waktu luangnya"timpal Kun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crush on You
RandomCerita di persimpangan asa dan nelangsa. Romansa dan tragedi seakan menanti untuk dipilih sebagai akhir.-
