Hinata berharap semua ini adalah mimpi, ia ingin segera terjaga, namun semua hal yang ia alami adalah kenyataan...
Ia sedang mengandung, ya... Ia sedang mengandung benih dari pria yang paling ia cintai
Namun ia dicampakkan, pria itu sama sekali tak...
Alternate Universe Love Story Of Naruto and Hinata
"Bagaimana keadaannya?" Hiashi mengambil tempat duduk di atas zabutton, lalu duduk bersila disana.
"Dia tidak mau makan." Ungkap Tenten tampak khawatir. "Tou-samasudah lima hari kita mengurungnya, dia tak makan apapun kecuali minum air putih..." Ucapan Tenten melirih, ekor matanya melirik pada ubin.
"Tou-sama... Kita harus melepaskannya." Setelah cukup lama bungkam, akhirnya Neji angkat bicara.
Hiashi menghela nafasnya dalam, maniknya melirik pada figura foto yang terpajang di rak ruang tamu sudut ruangan itu. Foto Hinata terpajang apik disana, entah mengapa rasanya begitu menyakitkan melihat senyum Hinata disana, ia merindukan Puteri kesayangannya itu, namun mengingat bagaimana Naruto menghina mereka sekeluarga, dan mengingat bagaimana sebelumnya Hinata membela pria itu, membuat ego Hiashi kembali mengambil peran. "Kenapa foto-foto itu masih terpajang di sana?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Iris Neji mengikuti arah pandang Hiashi, lalu ia menatap balik pada sang ayah. 'Haruskah foto-foto Hinata juga disingkirkan dari rumah ini?'
"Singkirkan foto-foto itu sekarang juga!" Dan Neji mendapatkan jawaban langsung dari sang ayah atas pertanyaan hatinya.
Hiashi bangkit, lalu berbalik menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti. "Jangan ada yang berani melepaskan Hanabi, dia akan makan jika dia masih ingin hidup." Ucap Hiashi dingin sebelum masuk ke kamarnya.