Naruto belongs only to Masashi Kishimoto
Alternate Universe Love Story Of Naruto and Hinata
Naruto menarik nafasnya dalam, ia berdiri diambang pintu rumah besar keluarga Uzumaki. Satu langkah lagi, satu langkah lagi ia akan benar-benar keluar dari rumah bak istana itu, tanpa menoleh ia mantapkan langkah kaki panjangnya keluar.
Beberapa orang penjaga membungkuk di hadapannya ketika ia melintas di hadapan mereka, Naruto tersenyum ramah sambil tetap berjalan kaki. Beberapa kali ia mendengar bisikan dari penjaga itu yang mempertanyakan dirinya yang keluar dari gerbang berjalan kaki, tersenyum tipis Naruto sama sekali tak berniat mengeluh atas keputusannya. Bila untuk memiliki Hinata ia harus mengorbankan semua yang ia miliki maka ia akan melakukan itu.
Naruto memutuskan memberhentikan taxi kosong yang melintas di hadapannya setelah beberapa meter berjalan, dengan pakaian seperti ini ia terlihat seperti peserta pawai yang terpisah dari rombongan. Taxi itu berhenti dan Naruto langsung masuk.
Tiba di tower mewah apartement huniannya, Naruto langsung turun dari taxi yang ia tumpangi, tak lama sedan hitam berhenti di pelataran tower apartement tersebut. Kakashi keluar dari mobil tersebut, menghampiri Naruto, lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil lembaran seribu Yen untuk diserahkan pada sopir taxi itu. Mereka berdua lalu menuju unit appartemnt tersebut.
...
Tiba di dalam apartement Kakashi langsung mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu bersamaan dengan Naruto.
"Terimakasih paman, akan ku kembalikan nanti uangmu..."
"CK..." Kakashi berdecak kesal seraya membuang muka, "kau pikir hubunganmu dan aku hanya bernilai seribu Yen."
Naruto menunduk lalu tersenyum tipis, ia tak tahu harus menghubungi siapa di saat seperti ini, di kepalanya hanya terlintas nama Kakashi. Dan beruntung mantan ajudan ayahnya itu bersedia mengangkat telepon darinya yang menggunakan ponsel supir taxi tadi, biasanya Kakashi sangat anti menerima panggilan dari nomor yang tak ia kenal.
"Dia tak sungguh-sungguh mengusirmu, itu hanya gertakan agar kau meninggalkan Hinata." Kakashi memberi jeda waktu untuk menenangkan diri sebelum ia menyampaikan pendapatnya.
"Dan aku tak akan pernah meninggalkan Hinata." Naruto menaikkan satu alisnya pertanda dia serius dengan ucapannya, kemudia dia beranjak menuju kamar pribadinya berniat berganti pakaian. "Aku beruntung, apartement ini beserta isinya adalah pemberian kekaisaran Jepang atas jasa Tou-chan." Sambungnya dari dalam kamar seraya mengenakan kaos putih, disusul dengan jeans hitamnya. Tak butuh waktu lama, Naruto kembali ke ruang tamu.
"Jadi apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Kakashi serius. "Kau sudah menikah sekarang, dan istrimu sedang hamil anak kembar."
Naruto menghela nafas kasar, ia sadar bahwa kini ia tak hidup sendiri lagi. Bagaimanapun saat ini ada Hinata dan kedua calon buah hati mereka yang harus ia nafkahi.
Senyum simpul yang menjadi jawaban atas pertanyaannya membuat Kakashi semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Naruto. "Jangan berpikir kau akan lari dari tanggung jawabmu lagi!"
"Bagaimana aku bisa memiliki pikiran seperti itu, paman." Naruto mencebik kesal. "Uang pensiun ayah, sejak kematiannya sampai sekarang belum pernah ku sentuh. Sembari lulus kuliah, aku akan mengandalkan uang pensiun Tou-chan untuk menyambung hidup bersama Hinata."
KAMU SEDANG MEMBACA
Revenge
FanfictionHinata berharap semua ini adalah mimpi, ia ingin segera terjaga, namun semua hal yang ia alami adalah kenyataan... Ia sedang mengandung, ya... Ia sedang mengandung benih dari pria yang paling ia cintai Namun ia dicampakkan, pria itu sama sekali tak...
