Setelah cukup lama menunggu, waktu yang dinantikan Safina pun tiba. Begitu Bagus berangkat kerja, dia segera melancarkan aksinya untuk menyelidiki Bagus. Dia mulai dari kamarnya sendiri. Dia ingin mencari barang atau petunjuk apapun yang dapat menjawab segala pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya.
Safina memeriksa laci. Karena tidak menemukan apapun, dia melanjutkan dengan memeriksa setiap tumpukan pakaian Bagus di lemari. Saat itulah tangannya merasakan seperti ada sebuah kotak kecil yang tersembunyi di bawah lipatan baju Bagus. Dia pun mengambil kotak itu dan membukanya. Ternyata isinya adalah sebuah kalung dengan inisial huruf "GS".
"Apa ini kalung buat aku? Mas Bagus terlihat sangat menyayangi aku. Dia selalu perhatian dan sering ngasih kejutan. Bahkan dia nggak pernah biarin aku ngerjain pekerjaan rumah sendiri. Apa mungkin dia tega mengkhianati aku?"
Mata Safina berkaca-kaca menatap kalung itu. Dia berpikir bahwa mungkin Bagus telah menyiapkan sebuah kejutan dengan memberinya kalung itu. Dia merasa tidak tega untuk menghancurkan kejutan itu dengan sikap dinginnya. Namun dia juga tidak bisa terus menyembunyikan kecurigaan dan rasa kesalnya.
Safina tidak ingin berubah pikiran begitu saja hanya karena kalung itu. Dia pun meletakkan kalung itu kembali ke tempat asalnya dan kembali melanjutkan penyelidikan. Tumpukkan kardus yang berada di atas lemari pun menggunggah rasa keingintahuan Safina. Meski sebelumnya dia pernah melihat bahwa isi kardus itu hanyalah alat-alat motor koleksi Bagus, tetapi menurutnya apapun itu akan dia selidiki demi mencari kebenaran.
Safina mengambil sebuah kursi, lalu mengambil kardus-kardus itu. Diperiksanya satu per satu isi kardus hingga akhirnya dia menemukan sesuatu yang mengejutkan. Sebuah ponsel. Dia bahkan tidak pernah melihat ponsel itu sebelumnya. Ketika dia mengaktifkan layarnya, yang muncul adalah inisial GS. Safina pikir itu adalah singkatan nama Bagus dan dirinya. Jadi dia tidak merasa aneh. Namun dia tetap mencoba melihat apa isi ponsel itu dan mengapa Bagus menyembunyikannya.
Untungnya ponsel yang ditemukan Safina bisa dengan mudah diotak-atik karena tidak memakai kata sandi. Safina pun tertarik untuk membuka galeri foto.
"Bismillah. Semoga ada petunjuk di sini," ucap Safina sambil memejamkan mata.
Ketika matanya terbuka, Safina menghela napas lega karena dia tidak menemukan foto mencurigakan di sana. Hanya ada foto Bagus. Safina pun melanjutkan dengan memeriksa whatsapp. Saat itulah tangannya berubah menjadi dingin setelah dia melihat pesan dari kontak dengan nama "sayangku". Sebuah panggilan yang biasa digunakan Bagus untuk memanggil dirinya, tetapi ternyata juga digunakannya untuk memanggil perempuan lain. Dia membaca banyak chat mesra mereka. Bahkan chat-chat senonoh yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang lelaki yang sudah beristri. Safina bahkan merasa jijik membacanya.
"Ternyata begini kelakuan kamu. Kamu udah punya istri, tapi kenapa harus chat seperti ini dengan wanita lain," teriak Safina di sela isak tangisnya.
Safina begitu penasaran dengan siapa pemilik nomor itu karena orang tersebut hanya menggubakan foto profil kartun. Dia pun mengetik nomor itu di ponselnya, lalu mencoba meneleponnya. Namun tidak bisa. Dia mencoba mengirimkan pesan juga tidak bisa. Bahkan di ponselnya tidak tertera foto profil kontak tersebut, seperti dirinya telah diblokir.
Tidak ingin kecurigaannya berujung tanda tanya lagi, Safina pun berpikir untuk menanyakan kepada mantan pacar Bagus, Marya. Jika benar ucapan Bagus bahwa semua mantannya telah menikah, artinya Marya kemungkinan sudah tidak menyimpan perasaan lagi dengan Bagus. Jadi Safina bisa mencari tahu tentang Bagus lewat Marya yang sudah dipacari Bagus cukup lama.
Karena masih ingat nama akun instagram Marya, Safina segera mencarinya, lalu mengiriminya sebuah pesan.
"Assalamualaikum. Mbak, maaf mengganggu waktunya. Ini Mbak Marya mantannya Mas Bagus, kan? Maaf kalau boleh, ada beberapa hal yang mau saya tanyakan tentang Mas Bagus."
Safina harap-harap cemas menantikan balasan pesan dari Marya. Kebetulan Marya sedang online. Jadi hanya dalam lima menit, balasan pesan sudah diterima oleh Safina.
"Waalaikumsalam. Mbak ini siapa ya?"
"Yang jelas saya orang yang dekat dengan Mas Bagus. Mbak mantannya, kan? Jadi karena saya lagi deket sama dia, saya mau mencari tahu tentang dia dulu. Setahu saya, Mbak dan Mas Bagus sudah lama berpacaran. Mbak pasti tahu kan seperti apa Mas Bagus itu? Apa benar Mbak yang mutusin dia karena laki-laki lain atau malah sebaliknya, dia yang selingkuhin Mbak? Maaf kalau saya lancang. Saya cuma nggak mau salah pilih." Safina sengaja tidak langsung memberi tahu bahwa dia adalah istrinya Bagus.
"Maksud Mbak apa ya nanya gitu? Siapa yang mantannya Bagus, Mbak? Terus apa buktinya kalau Mbak lagi deket sama dia?"
"Kok Mbak jawabnya gitu? Seolah-olah Mbak itu cemburu. Apa Mbak masih suka sama dia? Maaf, kata Mas Bagus semua mantannya udah nikah. Jadi saya pikir nggak mungkin mantan-mantannya dia masih ada rasa sama dia."
"Ya mungkin bener kalau semua mantannya dia udah nikah, tapi saya bukan mantannya."
"Lho saya lihat sendiri foto-foto kalian di akun instagram Mas Bagus sebelum dia hapus. Kalian pernah pacaran, kan?"
"Kamu tanya aja sama Bagus, saya ini mantannya atau siapanya. Mana buktinya kalau dia nyebut saya sebagai mantan? Terus mana tadi bukti yang saya minta kalau kalian emang deket?"
Safina merasa aneh membaca balasan pesan Marya.
"Ya udah, kalau gitu apa bisa kita ketemu, Mbak? Biar lebih jelas semuanya. Saya di Bekasi. Mbak di mana?"
"Kamu bukan orang jahat yang sengaja mau ngerjain saya, kan?"
"Demi Allah, bukan. Saya benar-benar mau meluruskan masalah ini, Mbak."
"Oke. Saya akan kirim lokasi kafe buat kita ketemu. Saya juga di Bekasi."
Dahi Safina berkerut. Setahunya Marya berasal dari Blora, seperti yang pernah diceritakan Bagus. Namun anehnya Marya mengatakan bahwa dia berada di Bekasi.
Setelah mendapatkan alamat yang dikirimkan Marya, Safina segera bersiap untuk ke sana. Sebelumnya dia meletakkan kembali kardus-kardus yang diobrak-abriknya tadi di atas lemari. Dia juga mengembalikan ponsel Bagus ke dalam kardus itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Bukan Pelakor [END]
RomanceDisaat hati ingin menyepi, datang sosok tak terduga yang datang meminang diri. Meski tanpa diawali jatuh cinta, pernikahan Safina terasa sempurna dengan sosok suami yang perhatian dan penuh kasih sayang. Namun, setelah rahasia besar suaminya terkuak...
![Aku Bukan Pelakor [END]](https://img.wattpad.com/cover/236568329-64-k65533.jpg)