Pada hari Minggu itu Bagus sengaja tidak lembur seperti biasanya. Dia ingin memberi waktu khusus bagi istrinya. Safina pun senang karena dalam 24 jam dia tidak akan jauh dari Bagus. Dia yang sudah semakin lengket dengan suaminya memang tidak pernah ingin berjauhan meski hanya satu detik saja.
Safina yang baru selesai mandi pagi itu dikejutkan dengan koper dan tas yang berisi barang-barangnya diletakkan di depan pintu.
"Mas, ini ada apa? Mas Bagus, di mana kamu?"
Bagus keluar dari kamar dengan berpakaian rapi.
"Aku ada kejutan buat kamu, sayangku."
"Kejutan? Aku kan nggak ulang tahun, Mas."
"Ulang tahun kamu kan bulan November sebelum jadi istri aku. Nggak papa kan aku ngasih kejutannya sekarang?"
"Telat sih, but it's okay."
"Yuk."
Mereka pergi dengan membawa koper dan tas. Safina berpegangan erat karena sudah tahu secepat apa Bagus mengendarai motornya.
Hanya butuh waktu 10 menit untuk Safina dan Bagus tiba di lokasi yang dituju. Safina turun dari motor dan mengamati sekelilingnya. Matanya lalu tertuju pada sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tetapi sangat menarik yang ada di depannya. Rumah itu berwarna biru.
"Ini kita ngapain di sini, Mas? Itu yang di depan rumah siapa?"
"Rumah kita."
"Rumah kita? Maksudnya?"
"Iya, ini rumah yang aku beli buat tempat tinggal kita, sayang. Gimana? Kamu suka?"
Safina melongo. Dia langsung memeluk suaminya dan tersenyum lebar.
"Makasih, Mas. Aku suka banget."
Safina melangkahkan kaki mendekati rumah itu. Dia masih tidak percaya bahwa itu akan menjadi tempat tinggalnya bersama Bagus nanti.
"Aku sengaja nyari rumah berwarna biru. Sesuai kesukaan kamu. Alhamdulillah aku dapet dan jaraknya nggak jauh dari kontrakan. Artinya nggak jauh juga dari tempat kerja aku. Cocok banget pokoknya buat tempat tinggal kita, sayang. Tunggu sampai kamu lihat dalemnya. Yuk masuk, sayang."
Safina mengangguk. Mereka bergandengan tangan saat memasuki rumah baru mereka.
"Selamat datang di rumah baru, Nyonya Bagus," ucap Bagus dengan bergaya seperti pelayan yang membukakan pintu untuk tuan putrinya.
Safina diajak Bagus berkeliling memasuki setiap ruangan yang ada di rumah tersebut. Terdapat tiga kamar di dalamnya. Mereka pun memasuki satu per satu kamar hingga tiba di kamar yang dipilih Bagus sebagai kamar tidurnya bersama Safina.
Melihat dinding kamar yang bernuansa doraemon, Safina terkejut.
"Ini rumah impian aku banget. Mas, harusnya kamu nggak perlu beliin aku rumah sebagus ini. Rumah yang sederhana aja aku udah seneng. Berapa duit yang udah kamu habisin cuma buat beli rumah ini, Mas?"
"Berapapun itu nggak usah dipikirin. Aku cuma pengin bikin istriku bahagia karena istriku juga selalu bikin aku bahagia. Inilah hasil tabungan aku kerja selama ini, sayang. Dari dulu aku udah niatin buat beli rumah untuk tempat tinggal aku dan istriku. Maaf ya baru bisa beli rumah yang nggak terlalu gede kaya gini. Oh ya, soal gaji aku kan belum pernah cerita ke kamu. Gajiku 12 juta per bulannya. Itu belum termasuk uang lemburan dan lainnya. Makanya aku selalu bisa nyisihin banyak buat ditabung selama ini."
"Makasih ya, Mas. Kamu emang suami yang sempurna yang selalu tahu cara membahagiakan istri. Aku juga nggak pengin rumah yang terlalu gede kok. Menurut aku ini aja udah kebagusan buat aku. Soal gaji kamu, aku nggak masalah karena kamu baru kasih tahu sekarang. Memang lebih baik begitu."
"Kalaupun dari awal aku kasih tahu kamu soal gajiku, aku yakin itu nggak akan berpengaruh apa-apa buat kamu. Aku tahu kamu bukan wanita yang gila harta."
Safina memeluk erat suaminya.
"Makasih sekali lagi, Mas. Aku nggak henti-hentinya bersyukur dengan semua kebahagiaan ini. Allah itu Maha Baik."
Sejak hari itu, Safina dan Bagus pun menjalani hari-hari barunya di rumah baru mereka. Kebahagiaan seakan tak pernah ingin jauh dari mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Bukan Pelakor [END]
Storie d'AmoreDisaat hati ingin menyepi, datang sosok tak terduga yang datang meminang diri. Meski tanpa diawali jatuh cinta, pernikahan Safina terasa sempurna dengan sosok suami yang perhatian dan penuh kasih sayang. Namun, setelah rahasia besar suaminya terkuak...
![Aku Bukan Pelakor [END]](https://img.wattpad.com/cover/236568329-64-k65533.jpg)