Bab Empat Puluh Lima

2.4K 164 1
                                        

Satu bulan kemudian...

Angga terburu-buru keluar dari kelas begitu mata kuliah selesai. Anya yang duduk tidak jauh dari Angga menatap heran sahabatnya itu.

"Lo mau kemana?" tanya Anya.

"Ke bandara. Ada urusan."

"Ngapain? Jemput orang?"

"Ntar aja gue ceritain. Duluan ya."

Angga pergi begitu saja. Anya mengerutkan keningnya.

"Dir, akhir-akhir ini Angga aneh gak sih?" tanya Anya.

"Iya. Main HP terus. Senyum-senyum sendiri. Kenapa ya? Udah move on kali dari lo," jawab Dira asal.

"Kok dia nggak cerita sama gue ya?" Anya menunjukkan wajah kecewa.

"Ntar juga cerita. Yuk ke kantin," ajak Dira.

Anya, Dira dan Billa jalan bertiga menuju ke kantin. Suasanya di kampus kian membaik. Banyak orang kini mulai menyukai Anya.

"Itu meja kosong," seru Dira.

Mereka berlari-lari kecil sebelum meja itu ada yang menempati.

"Ah capek," keluh Anya.

"Bil, sekarang giliran lo ya yang beli. Kemaren kan udah gue haha."

"Iye Diraaaa. Beli apa nih?" tanya Billa.

"Apa aja. Sama cemilan ya. Eh gue minum jus terong belanda ya. Gulanya jangan banyak-banyak. Terus jangan pake susu," pesan Anya sambil memberikan selembar uang.

"Oke. Tunggu." Billa melesat pergi sebelum keadaan kantin makin ramai.

"Si tiga pria masih di kelas. Katanya lima belas menit lagi keluar," kata Dira memberi informasi.

"Oh, pantesan si Abi nggak chat gue," gumam Anya.

Mereka tenggelam dalam ponsel masing-masing sambil menunggu Billa yang membeli jajanan.

"Permisi."

Anya dan Dira mendongakkan kepalanya. Ada dua orang gadis yang mereka tidak kenal menghampiri mereka. Tapi sudah pasti anak kampus itu, karena mereka menenteng almamater.

"Iya Kak?" Anya bersikap sopan, karena ia masih mahasiswi tahun pertama.

"Eh nggak usah panggil Kak. Aku setahun diatas kalian kok," jawabnya.

"Kenapa Kak?" tanya Anya lagi.

"Sebelumnya kenalin dulu, aku Tari dan ini temenku Mira. Kita dari anak event organizer mau ngadain acara pensi kampus besar-besaran dan terbuka untuk umum. Kita udah dapet sponsor lumayan besar. Jadi kita mau adain guest star. Kamu sebagai youtuber terkenal yang kita semua tau, mau nggak kalo ngisi acara di pensi kita?"

Dira melongo begitu dengar penuturan sang senior.

"Anya? Guest star? Gilaaa! Ambil Anya! Kesempatan!" seru Dira.

Billa yang baru datang seketika bingung mendengar Dira mengatakan Anya sebagai guest star.

"Kak, aku bukan artis loh. Maksudku, kampus kita kan kampus terkenal gitu. Kenapa nggak undang penyanyi terkenal beneran?" tanya Anya.

Belum sempat para senior itu menjelaskan, Abi, Rendi dan Marcel pun datang. Abi duduk di sebelah Anya. Dua senior itu langsung salah tingkah melihat Abi duduk di depan mereka berdua.

"Ada apa? Ada masalah lagi kamu?" tanya Abi pada Anya.

"Nggak kok," jawab Anya.

"Lanjutin Kak," kata Dira.

BIG [Completed] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang