Untuk apa semua cinta dan kerasnya dunia jika kita pada akhirnya dipisahkan batas umur.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Kak Aldra?" Fara terkejut saat seorang laki-laki yang ia cari-cari tiba di hadapannya tanpa raut bersalah. Ia bahkan terkekeh menertawakan raut cengo nya.
Bukan apa, tapi siapa yang tak kaget bila seseorang datang menjemput paksa di kediaman rumah pukul 02.00 dini hari. Perlu di garis bawahi, dini hari. Gelagat mirip pencopet handal, nekat mengetuk kaca jendela kamar Fara yang sedang nyeyak-nyeyaknya menyelami alam mimpi.
"Kenapa kakak bisa kesini?" Aldra segera memberikan gestur menutup mulut dan menyuruh Fara menurunkan intonasi suaranya.
"Dari mana aja kak? Seminggu hilang tiba-tiba gak ada kabar trus tiba-tiba ketemu disini jam 2 dini hari. Hobi banget ya ilang-ilangan?!" Walaupun pelan, Fara masih menggebu-gebu ingin memarahi habis-habisan kakak kelasnya ini.
''Maaf udah bikin kamu uring-uringan cariin aku, sayang," tenang Aldra. "Kamu aku bantu keluar dulu. Kita bicara di rooftop gedung seberang rumah kamu. Aku juga bawain kamu jaket tebal supaya kamu gak sakit."
Meski kesal dan masih ingin menceramahi Aldra tak ayal Fara menurut. "Good Girl," puji Aldra.
Mereka berdua berhasil keluar rumah dengan senyap hingga satu orang rumah pun tak menyadari ketidakadaan salah satu anggota keluarga nya. Keduanya sekarang berjalan kaki dengan perasan was-was takut kepergok warga padahal mereka tidak melakukan tindakan yang 'iya-iya'. Walaupun sebagai gantinya Fara harus uji nyali menaiki gedung kosong di seberang rumahnya itu.
"Aku tahu kamu marah, Ara." Aldra menghembuskan nafasnya berat. "Tapi di posisi aku sekarang pun, aku gak tahu harus mulai dari mana, Ar."
"Semua. Dari awal, kak." Fara menatap kedua netra yang nampak lelah itu dengan tegas. "Banyak hal yang selama ini kamu pendam sendiri sampai aku juga gak tahu kapan terakhir kali kamu bicara terus terang sama aku."
"Kalau gitu, coba kamu tanyain semua hal yang kamu pengen tahu dari aku," pinta Aldra seraya memasukkan kedua telapak tangan Fara yang hangat ke saku jaket tebalnya.
"Seminggu ini kemana kamu, Kak?" Fara tanpa ragu melayangkan pertanyaan pertama menjadi pembuka pembicaraan mereka.
"Di rumah sakit tempat kerja ayah David. Kamu bisa lihat baju apa yang sekarang aku pakai." Aldra menurunkan resleting jaketnya hingga menyisakan baju pasien tipis yang ia kenakan. Fara membekap mulutnya tak percaya. Ia terkejut dengan penampilan Aldra di hadapannya. Belum sirna dari keterkejutannya. Ia tersadar dengan celana panjang yang di kenakan Aldra saat menemuinya juga bekas tusukan jarum di punggung tangannya.
Fara juga menyadari rona wajah Aldra yang pucat disertai bibir kering yang serona. Namun, berbalik dengan respon yang Fara tunjukkan Aldra dengan tidak tahu dirinya malah menertawakan keterkejutan Fara.
Fara yang kesal reflek memukul bahu Aldra agar berhenti menertawakan kesedihannya. "Ah, sakit, Ar," adu Aldra
Nampaknya Fara benar-benar kesal hinga terus memukul dada Aldra dengan keras meski disertai dengan air mata yang mengalir deras di kedua pelupuk matanya. Aldra yang kesakitan lekas menangkap kedua tangan perempuannya agar tak lagi menyakiti tangannya sendiri untuk memukulnya.
"Aku sekarat, Ara." Sebaris pernyataan itu menghantam dunia Fara dalam sekejap ia tersedu-sedu. Aldra lekas membawa tubuh ringkih Fara kedalam dekapannya.
"Kata dokter Devan—kenalannya ayah David kondisi aku udah buruk. Kedua ginjal aku udah gak berfungsi. Cuci darah juga bukan pilihan terbaik untuk saat ini. Mereka menyarankan transplantasi ginjal dengan jaminan peluang hidup yang tinggi. Tapi beberapa kemungkinan buruk mengenai kegagalan operasi transplantasi juga masih jadi perundingan antara Papa, Mama, dan dokter Devan." Aldra menjelaskannya sembari menepuk-nepuk punggung Fara menenangkan kendati empunya tengah runtuh tak berbentuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angan Impian [Revisi]
General Fiction"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘴𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯?" "𝘈𝘳𝘢, 𝘩𝘶𝘫𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘴𝘦𝘯𝘫𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘰𝘮𝘣𝘪𝘯𝘢𝘴𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘱𝘪𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯. 𝘋𝘪𝘮𝘢𝘯...
![Angan Impian [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/179162682-64-k748406.jpg)