3 bulan kemudian
Akhirnya ujian sekolah telah selesai dilaksanakan.
"Eh nanti malem ke rumah gue yuk? Gue mau ngadain pesta nih." ujar Sarah.
"Maaf aku ngga bisa sar." ucap Adit tak enak.
"Kenapa?" tanya Sarah dengan raut wajah sedih.
"Emmm...aku ada urusan keluarga sar."
Sarah mengangguk. "Oke ngga papa deh, kita pesta nya besok aja. Besok kamu dirumah kan?"
"Iya." ucap Adit sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong, muka kamu kok pucet?" ucap Sarah khawatir lalu menempelkan punggung tangannya ke dahi Adit.
"Kok kamu dingin banget?"
Sarah memegang dahinya sendiri. "Aku ngga kok."
"Wajah kamu juga pucet."
Dia menoleh ke arah Ara. "Iya kan ra?"
"I-iya." jawab Ara.
Adit memejamkan matanya, dia seperti menahan sakit.
Ara melihat raut wajah Adit, ia mengerti kondisi Adit sekarang.
"E-eh sar temenin gue yuk?!" ucap Ara yang langsung menggandeng Sarah pergi.
Ara mengode Denis dengan menyenggol lengan Denis.
Denis menoleh.
"Apa?" kata Denis tanpa suara.
Ara menunjuk Adit dengan matanya.
Setelah Ara berhasil membawa Sarah pergi, Adit langsung memegang jantungnya.
"Akhhhh...." jerit Adit kesakitan sambil memegang dada.
"Ayo ke rumah sakit." ucap Denis.
"Lo udah tau bang?" tanya Adit.
"Udah ngga usah dipikirin ayo ke rumah sakit!"
Denis menuntun Adit menunju mobilnya.
Setelah sampai dirumah sakit, Adit langsung dibawa ke ruang UGD.
"Selamatkan dia dok." ucap Denis pada dokter yang menangani Adit.
***
"Kita mau kemana sih ra? Dari tadi muter-muter ngga jelas." gerutu Sarah kesal saat mereka berada di dalam mobil taksi online.
Ara senyum-senyum sendiri. "Pasti tentang Aska, iya kan?" tanya Sarah.
"Yaps! Betul sekali anda."
"Lo tau ngga?"
"Engga." jawab Sarah sambil menggeleng.
"Kan gue belum ngomong pea."
"Iya iya, mau ngomong apa?"
"Hari ini adalah hari jadi gue ke 3 bulan sama Aska!" ujar Ara girang.
"Wah! Selamat ya, kalo gitu. Lo harus siapin kado sama kue buat Aska."
Ara berpikir keras. "Emmm bener juga ucapan lo, yaudah lo nemenin gue bikin kue yuk!"
"Dimana?" tanya Sarah.
"Dirumah gue lah."
"Lo ngga ngomong ke Aska dulu? Biar dia ngga jemput lo."
"Ah, iya bentar ."
"Yaudah telfon aja sekarang."
Ara mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary ASKARA
Romansa"Gue akui. Beda iman itu berat, berat banget." -Askana Girgantara. "Kita punya cinta, tapi Tuhan punya aturan." -Kinara Salsabila. Mau cari story yang bertema action tapi ada romance nya? Baca cerita ini sampai end ya!! Karna ada banyak kejutan d...
