[44] Hilang

126K 10.5K 1.2K
                                        

Post Ulang Chapter 44-49

Nggak tau kenapa tapi pengen post ulang aja gitu, soalnya suka liat komen di chapter2 itu☺️

###

Nih nih nih double up

Oh iya, ada pesan khusus dari Alex buat kalian, "JANGAN HUJAT GUE DONG! SALAHIN AUTHORNYA TUH"

Eh anjrit Lo, Lex. Gue bikin mati mampus Lo.

*#*

"Lex, buruan ke sini" ujar Devan pada Alex melalui sambungan telepon

"Mau ngapain sih?! Gue lagi jagain Angel. Selama Ara belum ngakuin kesalahannya, gue yang bakal ambil tanggung jawab buat jagain Angel selama dia di rumah sakit"

"Tolol! Gue bilang buruan ke sini! Ke kantor!" balas Devan kelewat kesal

"Buruan dateng atau Lo bakalan nyesel!" lanjutnya

"Tentang kejadian tadi?" tanya Alex

"Iya"

"Kalau gitu gue nggak peduli, Lo pasti cuma mau ngebelain Ara yang jelas-jelas salah"

"Lex, apa yang Lo liat itu--"

Tut... Tut...

"Sialan!" umpat Devan

Devan berharap Alex akan datang meski dengan berat hati. Tapi setelah setengah jam menunggu, Alex tidak juga datang menemuinya.

"Alex, Lo keterlaluan" geram Devan sambil berjalan keluar kantor

Dia akan menemui Alex di rumah sakit. Mengharapkan pria itu datang menemuinya seperti mengharapkan sebuah hal yang mustahil.

*#*

Brak...

"Makan tuh rekaman CCTV!" ujar Devan sambil meletakkan iPad nya dengan kasar di hadapan Alex

"Buka mata Lo lebar-lebar waktu liat rekaman itu!" lanjut Devan

Setelahnya dia meninggalkan Alex yang masih menunggui Angel yang sedang diperiksa.

Dengan malas Alex memutar rekaman itu, sedangkan Angel yang mendengar ucapan Devan pun mulai berkeringat dingin.

Alex terus melihat rekaman itu, lama kelamaan wajahnya mulai serius, dan yang terakhir…

Oh tidak, Angel tahu itu bukan pertanda yang baik untuknya.

Perlahan, Alex mendongak dengan mata yang menyorot tajam ke arah Angel yang terlihat ketakutan.

"Lo bener-bener… argh! Cewek sialan!" ujar Alex murka

Dia menekan bahu Angel dengan kuat, "Gue nggak akan pernah ngebiarin elo lepas lagi, gue bakal ngebunuh Lo, sialan!"

Alex mulai mencekik leher Angel, membuat wanita itu meronta dengan sekuat tenaga sambil memukuli tangan Alex yang mencekik lehernya.

Alex ingin mencekiknya hingga mati, namun suara dering handphonenya membuatnya terhenti.

"Uhuk… uhuk…" Angel terbatuk dengan keras

Lehernya terasa sangat sakit. Jika saja handphone Alex tadi tidak berbunyi, maka sudah dapat dipastikan jika dia akan lenyap.

"Ap--"

"Lex, buruan ke rumah orang tuanya Ara! Mama sama Papanya baru aja bawa dia naik mobil sambil bawa banyak koper" ujar Devan panik

My Innocent Girl [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang