"Jadi kak Alex beneran vampir?" tanya Ara pelan
"Enggak lah" jawab Alex yang kini berbaring di samping Ara
"Kok gigit lehernya Ara?"
Alex meliriknya sekilas, "Lagi pengen"
"Oh iya, kalau keluar jangan lupa nutupin tanda di leher kamu itu, jangan sampai ada orang yang liat" lanjutnya
"Kenapa gitu?" tanya Ara
"Soalnya cuma aku yang boleh liat"
"Kenapa gitu?"
"Soalnya itu yang bikin aku" jawab Alex
"Kalau yang bikin orang lain?" tanya Ara
"Awas aja kalau ada yang berani!" ujar Alex dengan tatapan tajam
Ara memundurkan sedikit tubuhnya karena diberi tatapan tajam oleh Alex.
"Emang yang boleh bikin cuma kak Alex doang ya?" tanya Ara
"Yang boleh kayak gini itu yang udah jadi suami-istri, suaminya boleh bikin ke istrinya, begitu juga sebaliknya" jawab Alex
Ara terdiam sebentar lalu menoleh ke arah Alex. Alex yang ditatap pun memberikan tatapan bertanya pada Ara.
"Kalau gitu Ara juga boleh bikin buat kak Alex kan?"
"Hah?"
Sebelum keterkejutannya hilang sepenuhnya, Ara sudah berbaring di atas tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke leher Alex.
Alex merinding merasakan hembusan napas Ara di lehernya.
Ara terdiam sebentar nampak mengingat-ingat apa saja yang tadi Alex lakukan pada lehernya.
"Sshh…"
Ara bersorak kemenangan dalam hati karena berhasil membuat Alex mengeluarkan suara seperti yang tadi dia keluarkan, itu berarti caranya sudah benar.
Setelah itu Ara menjauhkan wajahnya dari leher Alex, namun pria itu menahannya.
"No! Bikin tanda yang banyak, Ara" ucapnya serak
Alex berkali-kali mengumpat dalam hati karena merasa hampir kehilangan kendali, tapi di sisi lain dia ingin terus menikmati hal ini.
*#*
Ara membuka matanya di pagi hari, dia mengucek matanya sebentar lalu melirik Alex yang masih terlelap di sampingnya.
Gadis itu memiringkan tubuhnya agar bisa melihat wajah Alex lebih jelas. Tiba-tiba pandangannya beralih ke arah leher Alex.
"Kok mirip tanda di paha aku waktu itu?" batinnya saat melihat tanda-tanda di leher Alex
Ara masih ingat saat dia terbangun di pagi pertamanya sebagai istri Alex, di pahanya terdapat tanda yang mirip seperti yang ada di leher Alex. Apakah saat itu Alex memang membuat tanda itu di pahanya.
"Bodo amat juga sih" gumam Ara
Alex yang kini sudah setengah sadar pun memeluk Ara yang ada di hadapannya dengan erat. Dia meletakkan kepalanya di leher Ara dan mengecupnya sekilas.
"Aku nggak jadi pergi ke Amerika aja deh" gumam Alex tanpa merubah posisinya
"Kenapa nggak jadi?" tanya Ara
"Takut nggak bisa nahan kangen karena jauh dari kamu" jawab Alex
Ara terkekeh, "Kan bisa video call"
"Nggak mau, soalnya nggak bisa sekalian ciuman"
"Cium kok terus" ujar Ara lalu mendorong tubuh Alex agar menjauh
KAMU SEDANG MEMBACA
My Innocent Girl [Tamat]
Beletrie[CERITA INI HANYA ADA DI WATTPAD (DI AKUN INI), SELAIN ITU PASTI PLAGIAT] seperti apa jadinya jika seorang CEO mesum menikah dengan seorang gadis SMA yang sangat polos? karena itulah yang sedang dialami oleh Alex Dirgantara, seorang CEO muda berumur...
![My Innocent Girl [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/243056846-64-k668663.jpg)