"Kamu belum tidur, Ra?" tanya Alex terkejut saat mendapati Ara masih duduk bersandar di atas ranjang
"Belum, Ara nungguin kak Alex" jawabnya
Gadis itu mencium tangan Alex lalu menyimpan tas kantor Alex di tempat biasa tas itu disimpan.
Alex mengelus kepala Ara lembut lalu mencium keningnya, "Harusnya kamu nggak perlu nungguin aku"
"Nggak pa-pa, kak. Ara juga belum ngantuk"
Alex mengangguk. Dia melepaskan dasi dan jasnya lalu memberikannya pada Ara agar diletakkan di keranjang pakaian kotor.
Setelah itu dia membaringkan dirinya di atas kasur sambil memijit keningnya.
"Kak Alex pusing?" tanya Ara
"Hm" jawab Alex
Sungguh, tubuhnya terasa remuk saat ini, rasanya sangat lelah, kepalanya juga berdenyut-denyut.
Ara mengulurkan tangannya dan menyentuh dahi Alex, "Badan kak Alex panas" ujarnya khawatir
Dia hendak pergi untuk mengambilkan obat dan makanan untuk Alex, namun suaminya itu menahan tangannya.
Alex menarik Ara dengan sedikit kuat hingga gadis itu kini berada di atas tubuhnya.
"Aku cuma butuh kamu" lirih Alex sambil memejamkan matanya
"Kak Alex mandi dulu ya? Biar tidurnya enak. Ara mau ambilin makanan sama obat di bawah"
Alex mengangguk sambil membuka matanya perlahan. Dia mengeratkan pelukannya pada Ara yang berada di atasnya lalu mengecup bibirnya sekilas.
Setelah itu dia melepaskan Ara dan berjalan gontai ke kamar mandi. Dia juga tidak ingin tidur sebelum membersihkan dirinya, rasanya sangat tidak nyaman.
Setelah beberapa menit di kamar mandi, Alex akhirnya keluar dengan menggunakan pakaian santainya. Dia kembali membaringkan dirinya di atas kasur sambil memejamkan matanya.
"Kak Alex" panggil Ara pelan sambil menepuk-nepuk pipinya
Alex membuka matanya yang terasa berat, rasanya matanya juga ikut-ikutan panas seperti suhu tubuhnya.
"Makan dulu" lanjut Ara menunjukkan makanan yang dibawanya
"Suapin ya" pinta Alex lirih
Ara mengangguk lalu membantu Alex mendudukkan dirinya dengan bersandar di kepala ranjang.
Ara menyuapi Alex dengan sangat telaten, sedangkan sedari tadi Alex terus melihat wajah Ara yang sedang serius menyuapinya, terlihat sangat cantik.
"Kamu udah makan?" tanya Alex pada Ara
"Udah kok, kak. Ara tadi makan malem sama Ayah-Bunda" jawabnya yang diangguki Alex
"Udah ya, aku kenyang" kata Alex
Ara mengangguk, "Kak Alex tunggu bentar ya, tadi obatnya abis, jadi bunda beliin dulu ke apotek"
"Hm" kata Alex yang kembali membaringkan dirinya dengan dibantu oleh Ara
"Masa' gue harus sakit dulu sih biar lebih diperhatiin Ara daripada si Pushy?" batin Alex sambil melihat Ara yang mengompres dahinya
Pria itu memejamkan matanya saat merasakan tangan lembut istrinya mengelus kepalanya.
Ara terus mengelus kepala Alex sampai dia teringat sesuatu. Dia belum memberi Pushy makan tadi. Biasanya dia akan memberi Pushy makan pagi, siang, dan malam sebelum dirinya tidur, tapi kali ini dia lupa belum memberinya makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Innocent Girl [Tamat]
Ficción General[CERITA INI HANYA ADA DI WATTPAD (DI AKUN INI), SELAIN ITU PASTI PLAGIAT] seperti apa jadinya jika seorang CEO mesum menikah dengan seorang gadis SMA yang sangat polos? karena itulah yang sedang dialami oleh Alex Dirgantara, seorang CEO muda berumur...
![My Innocent Girl [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/243056846-64-k668663.jpg)