[삼십칠]

606 70 34
                                        

Terbaring dengan beralaskan benda empuk, namun tidak lebih empuk dari bantalnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


















Terbaring dengan beralaskan benda empuk, namun tidak lebih empuk dari bantalnya. Hangat, lebih hangat dari sekedar selimut yang biasa dia pakai. Nyenyak, tidurnya terasa begitu nyenyak sampai enggan dia buka matanya.

Taeyong angkat dagunya, untuk melirik deru nafas siapa yang menabrak puncak kepalanya, siapa yang mengalungkan tangan di pinggangnya, siapa yang membuat dia terlelap sampai tidak kenal waktu.

Jaehyun, masih dengan dua kelopak mata yang mengatup erat, damai tenggelam dalam alam bawah sadarnya. Taeyong gerakkan jemarinya, menyentuh permukaan pipi Jaehyun; merasakan halus kulit Jaehyun di sidik jarinya, merasakan hangat kulit Jaehyun menabrak sentuhannya.

Jaehyun mengerang di tidurnya, sebelum membuka matanya perlahan dan langsung bertabrakan dengan pandangan Taeyong, langsung disambut senyum manis di bibir merah muda Taeyong, merasakan jantungnya nyata berdebar karena jarak yang begitu rekat diantara mereka

"Pagi," sapa Taeyong, suaranya masih parau dan serak, menyapa hangat Jaehyun yang membalas dengan senyuman.

"Pagi," balas Jaehyun, dengan suaranya yang lebih berat dari biasa, mengaung merdu menyapa Taeyong, "Kamu tidak apa-apa?"

Taeyong mengaitkan alisnya, "Aku? Kenapa?"

"Kamu pingsan semalam."

"Aku?" tanya Taeyong bingung, "Kapan?"

Giliran Jaehyung yang mengernyit penuh tanda tanya, "Semalam," tegasnya sekali lagi, "Kamu tidak ingat? Kalau semalam membukakanku pintu saat aku pulang?"

"Oh? Itu nyata?" balas Taeyong, "Kukira aku hanya mimpi."

Taeyong membenahi posisi tidurnya; terlentang dengan damai, kepala menghadap langit-langit kamar. Sementara Jaehyun mengangkat kepala, bertopang pada tangannya agar mudah menatap Taeyong yang kini tengah memutar ingatan.

"Kamu mimpi buruk?" tanya Jaehyun.

"Lumayan," balas Taeyong, "Tidak buruk-buruk sekali, tapi cukup buruk. Entahlah, belakangan ini mimpiku aneh semua."

Di hadapan Taeyong, terputar gambaran yang semalam membayang di dalam tidurnya. Skenario yang begitu aneh, di luar logika. Bukannya Taeyong kaget, mimpi selalu punya jalur kisah sendiri yang tidak akan pernah Taeyomg pahami, namun entah mengapa rasa yang begitu nyata berhasil membuat Taeyong merinding seketika, karena pasalnya tidak jarang beberapa kejadian terulang dalam kehidupan nyatanya; dejavu.

Namun yang semalam, kengerian yang Taeyong rasakan begitu nyata, bahkan membekas sampai sekarang.

Dia lirik Jaehyun, masih dengan wajah sempurna tanpa polesan luka, membuat dia menghela nafas lega entah mengapa.

Semalam, wajah yang membalas tatapan Taeyong bukanlah seutas kanvas murni seperti yang pagi ini dia lihat. Terekam jelas luka yang menyayat kulit Jaehyun, darah yang mengalir dari tiap sisi paras Jaehyun, berjalan layaknya zombie mendekat kearah Taeyong; tangan menggapai tidak berdaya, sampai tersungkur tumbang tepat di depan hidungnya.

VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang