[BXB] [ROMANCE] [On Going]
[2 우리 다시 만나자 Series - Verona Blend]
And when a simple 'touch me' glued both of their body tightly, made them together for the rest of their life.
[Second Series of WILLOW]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jaehyun-ah!"
Dengan senyum sumringah, Taeyong menyambut kehadiran Jaehyun di depan pintu.
"Kamu tidak apa-apa pulang lebih awal, kan?"
"Hm-m, aku sudah dapat izin, tenang saja."
"Kalau gitu, uh," Taeyong memainkan jemarinya, dia jentikan kuku-kukunya ketika Jaehyun terlihat begitu mengintimidasi didedapnnya; dengan sorotan mata lurus dan kernyitan di kening, berhasil membuat Taeyong panik seketika. Haruskah dia menanyakannya atau tidak perlu, itulah yang sedang Taeyong timbangkan di benaknya, "Um, maukah kamu bersiap di kantorku? Baju yang akan kukenakan ada di kantor, jadi kupikir, mungkin sekalian mengajakmu bersiap disana. Tapi— hanya kalau kamu mau, kalau tidak juga—"
"Ok, tidak masalah."
Taeyong berakhir menanyakannya dan dia merasa lega, bahkan perasaannya tergambar di wajahnya dengan senyum yang begitu lebar, kala Jaehyun tanpa ragu mengiyakan permintaannya.
"Ok, kalau gitu, ayo!"
"Tunggu, aku bawa jasku dulu."
"Tidak perlu, aku ada stok jas di kantor, supaya kita bisa berangkat dengan dress code yang sama. Ayo!"
🍃
"Kamu dalam masalah besar, sepertinya."
Yuta melirik kearah Doyoung, menaikkan sebelah alisnya, seraya menyiratkan untuk lelaki itu terus berhati-hati dalam bicara, mereka masih dalam kondisi di sadap.
Yuta tidak merusak penyadap yang dimasukkan ke ruangannya, agar Dark House tidak melancarkan strategi lain yang mana akan sulit untuk Jeno telaah kembali.
Namun, Doyoung hanya menghela nafas, "Taeyong," sebut Doyoung, sebagai kode bahwa dia sadar betul situasi mereka dan meminta Yuta untuk percaya padanya bahwa dia mampu menjaga lisannya, "Jadi, semalam aku bocorkan tentang gudang LP player Jaehyun. Taeyong ketemu foto yang Jaehyun simpan—"
"Terus?" pekik Yuta.
Doyoung mendesis kesal, "Iya, dan berhubung dia masih mengira itu kamarmu, jadi dia mengira kamu menyimpan perasaan padanya."
Yuta membuka mulutnya lebar-lebar, "Kamu—"
"Tenang, aku sudah meluruskannya untukmu," potong Doyoung cepat, enggan mendengar hardikkan Yuta.
"Kamu bilang apa?"
"Well— foto jaman kuliah? Kita saling tukar foto, ku bilang begitu."