[삼십일]

469 69 45
                                        

Tubuh Jaehyun tersungkur kencang, pintu kayu yang semula tertutup rapat sampai rusak terdorong masa tubuh Jaehyun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





















Tubuh Jaehyun tersungkur kencang, pintu kayu yang semula tertutup rapat sampai rusak terdorong masa tubuh Jaehyun.

Dia hanya mampu meringkuk kuat, punggungnya sakit luar biasanya, namun dia sadar tidak ada waktu untuknya meringis dan menangisi rasa remuk tubuhnya, terutama ketika dia lihat Jungwoo dengan tubuh terikat, tersandra di sisi ruangan.

Dengan tertatih-tatih, Jaehyun mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju Jungwoo. Dia pecahkan beling yang matanya tangkap; dari botol soju tua yang ada dalam gapaiannya, untuk dia gesekkan pada tali yang mengikat Jungwoo kuat, sampai tali itu melorot dari pergelangan tangan Jungwoo.

Tepat kala tangannya bebas, Jungwoo langsung mendekap tubuh Jaehyun yang nyaris tumbang, naluri dokter yang mengalir dalam tubuhnya langsung mendiagnosa parah luka yang tercetak pada tubuh Jaehyun— Tuhan, Jaehyun perlu banyak jarum jahit dan obat pereda sakit, semua luka yang terbuka harus segera disterilkan sebelum infeksi.

"Dengar," bisik Jaehyun dengan nafas terbata, menepuk punggung Jungwoo, "Tetap disini, jangan pergi."

"Ya Tuhan, bagaimana ini?" Jungwoo panik, derap langkah para vampire kembali terdengar, "Jangan mati. Jaehyun, jangan mati."

"Kalau kamu tidak terlibat dengan Dark House, aku tidak mungkin sekarat seperti ini," desisi Jaehyun.

Ok. Benar. Jungwoo mengakuinya. Namun, "Akan kujelaskan lebih rinci nanti, makanya jangan mati dulu."

Jaehyun mampu melihat Sungchan masuk ke dalam ruangan dan menangkapnya mentah-mentah, tangan yang lelaki itu gemertakkan bersiap melayangkan serangan lain.

Jaehyun melepaskan tangan Jungwoo di tubuhnya, berdiri pada dua tungkai kakinya yang mulai lemas, tertatih-tatih bangkit dengan beling yang masih ada dalam genggamannya.

Dua vampire telah berhasil dia tumbangkan, empat tersisa dan harus segera dia singkirkan.

Jungwoo tidak bisa kabur karena dia yakini lobi pun kini tengah diporak-poranda oleh Dark House, lengkingan teriakan dari manusia yang terjebak masih begitu jelas untuk Jaehyun dengar.

Sungchan melayangkan serangan, seperti yang dia tebak, begitu cepat melewati mata Jaehyun, dimana artinya Jaehyun harus bisa lebih cepat menebak kemana lengan itu akan landas, bagian tubuh Jaehyun yang mana yang akan diserang, sehingga Jaehyun mampu dengan sukses menggoreskan beling ditangannya dan memeras darah dari vampire di depannya.

Setidaknya, Jaehyun berhasil menghalau lima serangan berturut-turut, sebelum fokusnya lepas karena terlalu banyak darah yang mengucur keluar dari tubuhnya, membuat dia lepas kendali dan dengan mudah terpental ke pojok ruangan.

Sungchan menang. Dia tidak punya tenaga untuk melawan.

Setidaknya, begitulah yang dia sangka, sampai akhirnya Sungchan yang kini tengah meloloskan satu tinjuan pada tubuh Jaehyun, terpental dari tempat berpijak dan ikut tersungkur pada disi lain ruangan.

VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang