[사십오]

467 54 26
                                        

🍃

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.












































🍃















"Pagi."

Taeyong menyapa singkat, setelah semalam langsung tidur tanpa sepatah kata, kini menyingkap selimut tanpa melirik Jaehyun di sampingnya.

"Pagi~" balas Jaehyun, suaranya parau melantun, dengan tangan yang bergerak otomatis menyampir ke tubuh Taeyong.

Mata Jaehyun langsung segar terbuka, saat tangannya ditepis Taeyong begitu saja, dimana Taeyong tanpa pikir panjang bangkit dari kasur dan melangkah menuju toilet kamar.

Kepala Jaehyun naik dari bantal, matanya sipit mengumpulkan fokus, untuk dia sorotkan pada punggung Taeyong yang menjauh.

"Taeyong?"

Masih pukul enam pagi, biasanya masih ada lima belas menit yang mampu mereka ulur untuk menghangatkan tubuh satu sama lain.

Jaehyun duduk di kasur, melongo melihat Taeyong pergi begitu saja. Huh, apa yang sekarang sedang terjadi, apa yang sudah dia lakukan, semua pikiran itu berkumpul di kepalanya yang masih beku sampai lupa waktu.

Bahkan sekeluarnya Taeyong dari kamar mandi, lelaki itu tidak menyapa sama sekali.

Jaehyun singkap selimutnya, "Taeyong?" berdiri, berjalan mendekati Taeyong, memastikan dia kini berdiri dengan raganya yang nyata bukan hanya bayangan semata.

Namun, Taeyong tetap tidak hiraukan kehadirannya.

Masih dengan handuk melingkar di pinggang, tangan Taeyong santai membuka lemari baju dan memilah pakaian apa yang akan dia kenakan hari ini; paduan warna apa, style yang seperti apa, Taeyong penuhkan isi kepalanya dengan rancangan pakaian yang akan dia pakai untuk kerja nanti.

Tidak Taeyong hiraukan berisik suara kasur karena Jaehyun yang bergerak di atasnya, atau suara langkah Jaehyun yang mendekat ke arahnya untuk melingkarkan tangan di pinggangnya dan menyandarkan bahu di pundaknya. Taeyong malahan menghela nafas samar-samar kala Jaehyun berlaku demikian, dimana Jaehyun merespon dengan kernyitan di kening dan pelukan yang mengerat.

"Ah- moodmu sedang tidak bagus."

Taeyong memutar matanya dan kali ini terang-terangan menghela nafas panjang. Dia enggan merespon Jaehyun baik dengan kalimat atau bahasa tubuhnya, tangan Taeyong kembali bergerak di atas tumpukkan baju dan menilik pakaian yang akan dia pilih untuk kenakan.

VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang