[BXB] [ROMANCE] [On Going]
[2 우리 다시 만나자 Series - Verona Blend]
And when a simple 'touch me' glued both of their body tightly, made them together for the rest of their life.
[Second Series of WILLOW]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kondisi Taeyong sudah jauh lebih stabil, meski terkadang Taeyong kehilangan kendali tatkala The Soul mengganggu pikirannya lagi.
Jaehyun bilang, kalau takut lagi, cepat datangi dia dan peluk seerat mungkin— yang mana kini tengah Taeyong praktikan, mengikat tangannya pada Jaehyun sampai dia merasa tenang.
Sebenarnya, Jaehyun senang melihat Taeyong manja begini. Sayangnya, dia tidak sesenang itu karena tahu, Taeyong bersikap demikian karena dihantui gejolak perasaan yang masih gagal untuk lelaki itu kontrol.
"Taeyong," bisik Jaehyun. Tangannya mengelus punggung Taeyong, "Mau pergi jalan-jalan?"
"Kemana?"
"Kemana saja, supaya kamu lebih tenang."
Taeyong menghela nafas, "Kemana?"
"Uh-" Jaehyun menggaruk kepalanya, "Just get dressed, I think I know a place."
Taeyong terkekeh singkat, alisnya naik sebelah, "Of course, from someone who lived on earth since i dont know when," desisnya, "Ok! Tunggu."
Jadi, Taeyong langsung berdiri, bergegas menilik lemari, mencari kiranya pakaian apa yang akan dia padu padankan di tubuhnya nanti.
"Yah, ga asik dong." Taeyong melirik ke arah Jaehyun lewat bahunya, lelaki yang masih asik duduk di atas kasur dan menatapnya dengan cerah itu kemudian mengernyitkan kening saat bertemu dengam pandangannya yang sendu, yang begitu gelap nan kelam, "Berarti kalo nanti perang, jangan sampe mati."
Jaehyun tertawa, tapi kali ini menyindir Taeyong yang sedang lepas bicara seenaknya.
"Shut it babe, get dressed. I'll wait outside."
Jaehyun bangkit dari duduknya, melangkah ringan ke arah Taeyong, mengecup puncak kepala kekasihnya sebelum pergi meninggalkan kamar.
Menyadari Taeyong punya The Soul, perbincangan barusan benar-benar terdengar mengganggu untuk Jaehyun. Sadar, bahwa itu bisa jadi berasal dari apa yang Taeyong lihat, dari apa yang si Sepuh bisikkan.
Dia? Mati? Lagi? Hadeh.
Dia baru bisa menikmati hidup, baru bisa menggandeng Taeyong, baru bisa tidur disamping kekasihnya, haruskah dia kembali terlelap dalam gelap tanpa jeda?