[BXB] [ROMANCE] [On Going]
[2 우리 다시 만나자 Series - Verona Blend]
And when a simple 'touch me' glued both of their body tightly, made them together for the rest of their life.
[Second Series of WILLOW]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tenggelam dalam lautan luas, tanpa ujung yang yang pas, siapa yang mampu menolong apabila tidak akan pernah ada sisi sebagai pegangan penunjang?
Tidak, lautan tidak punya ampun; tidak punya lantai satu meter setelahnya agar dia bisa berpijak, tidak punya besi pegangan di sudutnya, hanya punya kuasa yang tidak terbatas luasnya.
Terdorong, kian dalam. Semakin dia bergerak, tubuhnya tertarik jauh ke dalam. Sekalipun dia coba untuk tenang, tubuhnya terus menjorok ke dasar, enggan mengapung menyapa daratan.
Di ujung matanya yang sudah susah untuk terus terbuka, dia lihat secerca cahaya yang terang mengalahi pantulan matahari. Di ujung pandangannya yang semakin terbatas, dia lihat bayangan tangan tengah mencari cara untuk mencoba meraihnya.
Tangan itu kesulitan menangkap tubuhnya yang begitu tidak sabar mengarungi dasar lautan, mungkin ingin cari tahu rahasia apa saja yang sebenarnya tersembunyi di balik punggungnya.
Dia sudah menyerah, sudah lelah dia menahan nafas dan dia biarkan mulutnya terbuka, hidungnya menarik air alih-alih udara, mengisi paru-paru kecilnya dengan caira asin yang dengan cepat memenuhi rongga organnya.
Matanya membulat sempurna, dia merasa tersiksa. Dadanya sakir luar biasa, menjalar ke seluruh tubuh terutama kepalanya yang terasa ingin pecah.
Tangannya mencoba meraih si tangan yang tadi terjulur untuknya, tubuhnya panik gelagapan minta di angkat—
"Taeyong?"
Taeyong ingat dia berhasil meraih telunjuk yang begitu dingin di genggamannya, dimana bersamaan dengan sentuhan yang dia benturkan, terputar cuplikan yang begitu enggan dia lihat.
Sekaligus menyadarkan dia dimana dia berada.
Matanya terbuka lebar, tubuhnya kaku terkejut, paru-parunya dengan rakus menghirup oksigen sebanyak yang dia bisa.
Taeyong dapati dirinya berada di dalam rangkulan Jaehyun, dimana kekasihnya itu langsung memeluk tubuhnya erat— tubuh basah karena keringatnya yang bercucuran di tengah musim gugur, bukan karena rendaman air laut.
Taeyong masih gelagapan untuk bernafas sepuas yang dia bisa, dadanya perih setelah seakan tidak berfungsi beberapa detik yang lalu. Mulut Taeyong bahkan membuka lebar, dia coba telan bulat-bulat udara di sekitarnya, tidak peduli seberapa kering tenggorokannya setelah itu.
Sakit.
Mencoba bernafas saat oksigen menolak keras masuk mengisi parunya.