[사십사]

449 52 37
                                        

Jaehyun tidak bohong kalau kini tiap dia melangkah, sendi di dengkulnya ikut bunyi—seumur-umur, hal ini adalah pertama kalinya dia rasakan, setelah tiga abad dia bernapas tenang di dunia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
















Jaehyun tidak bohong kalau kini tiap dia melangkah, sendi di dengkulnya ikut bunyi—seumur-umur, hal ini adalah pertama kalinya dia rasakan, setelah tiga abad dia bernapas tenang di dunia.

Tangannya dia basuh, seraya menghela nafas sampai lega, menghembuskan lelah yang tertanam di kedua tumitnya. Dengar- dia tidak pernah mengira kalau Taeyong bisa segila itu kala sedang berburu belanjaan.

Apakah tubuh manusia miliknya memang selemah ini? Sepertinya dia perlu rutin olahraga sebelum berakhir memalukan seperti sekarang. Taeyong terlihat jauh dari kata lelah dan Jaehyun terlihat jauh dari kata sanggup. Jaehyun basuh wajahnya di wastafel terlebih dahulu sebelum keluar dari toilet, lolos menyusuri lorong pendek sebelum akhirnya menyapa bagian utama Mal.

Tidak jauh dari tempatnya berpijak, seharusnya dia hanya perlu memutar badan sebanyak empat puluh lima derajat ke kiri untuk mendapati Taeyong berlandaskan ingatan dimana posisi Taeyong saat dia tinggalkan tadi.

Sayangnya yang Jaehyun tangkap jauh dari ekspektasi, orang yang dia cari tidak lagi menumpukan tumit disana.

Jaehyun sebenarnya tidak perlu sepanik itu, mengingat Taeyong pun yakin bisa jaga diri di tengah kerumunan, asalkan Taeyong pergi dari tempat tunggunya dengan membawa tas-tas berisi berbagai helai pakaian yang tadi mereka beli.

Barang belanjaan mereka terlantar begitu saja tanpa pengawasan, hal yang jadi faktor pertama Jaehyun lari sekuat tenaga. Dia raih seluruh barang yang matanya bisa tangkap, berharap tidak sehelai benangpun sempat tersentuh tangan tidak tanggun jawab.

Kepala Jaehyun menoleh, kanan dan kiri, hanya untuk mendapati Taeyong tepat berada di seberangnya. Terpaku di depan lapisan kaca pembungkus toko berlian yang sepi di kunjungi orang.

Dengan decakan kesal Jaehyun menyusul, dia bawa dua genggam penuh barang belanjaan Taeyong, hanya untuk melihat lebih jelas, bagaimana rupa Taeyong kala tengah disita atensinya oleh sepotong kristal di depan mata.

Enggan Jaehyun ganggu, sebenarnya, namun nyatanya mereka perlu segera bergegas pindah tempat—selain karena perutnya yang lapar luar biasa, Jaehyun juga tidak enak kalau nanti mereka berkunjung mepet dengan waktu jenguk ditutup.

Tapi- Jaehyun juga mengakui, cincin yang sedang Taeyong tilik memang cantik.

"Taeyong."

Pasalnya- ada dua cincin disana.

Jadi, yang Taeyong suka itu, yang kanan atau yang kiri?












🍃














Duduk perkara masalah yang kini tengah berlangsung jauh lebih rumit dari menebak rencana Ten selanjutnya.

Jaehyun sudah ijin sebelumnya pada Taeyong untuk pergi ke kafe terdekat, dari situ Taeyong tahu kemana harus menyusul kala waktu kunjung sudah ditutup.

VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang