[이십삼]

516 74 13
                                        

Rumput yang tumbuh setinggi betisnya, mengantarkan tubuh Jaehyun untuk masuk lebih dalam, tenggelam dalam bayangan, untuk mengetuk daun pintu yang tidak akan pernah mampu ditangkap mata telanjang,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rumput yang tumbuh setinggi betisnya, mengantarkan tubuh Jaehyun untuk masuk lebih dalam, tenggelam dalam bayangan, untuk mengetuk daun pintu yang tidak akan pernah mampu ditangkap mata telanjang,

Hanya mereka dengan kalung pemberian Chanyeol, hanya Lucas dan Jaehyun yang bisa melakukannya.

Mendengar ucapan Jungwoo kemarin membuat Jaehyun terketuk hatinya untuk datang menjenguk Lucas. Meski dia yakin lelaki itu sebenarnya pasti baik-baik saja.

Dengan tiga box makanan di tangan, Jaehyun membuka pintu kediaman mereka.

"Lucas?"

Berdiri di ambang pintu kamar, Lucas dengan wajah baru bangunnya, "Hyung!" dan kedua mata itu terbuka sempurna saat menangkap bayangan Jaehyun, namun mengernyit ketika dia dapati Jaehyun tidak datang sendirian.

"Kami datang untuk makan siang," ucap lelaki yang berada di balik punggung Jaehyun.

"Dia tidak akan macam-macam, tenang saja," ucap Jaehyun.

"Kamu baru saja melanggar satu peraturan, Jung Jaehyun." Lucas mendesis tajam, namun dia mengerti bahwa tidak seharusnya dia menuangkan kekesalannya begitu saja dan mempersilakan dua tamunya untuk duduk di ruang tengah.

Seraya Lucas menuju dapur, menyiapkan minuman, Jaehyun juga mengekori Lucas untuk menyiapkan makan siang yang dia beli.

"Bagaimana kabarmu?"

"Ck, kamu baru minggalkanku satu minggu," balas Lucas pada pertanyaan tidak penting Jaehyun.

"Aku dengar dari Jungwoo, seseorang menemuimu?"

Lucas berenti sesaat, tubuhnya membeku untuk sekian detik, sebelum akhirnya dia kembali menuangkan minuman ke dalam gelas berisi es batu, "Jungwoo menemuimu?"

"Tidak, kita tidak sengaja bertemu."

"Oh," balas Lucas singkat.

"Siapa yang menemuimu?"

Jaehyun hendak bertanya demikian, mulutnya sudah terbuka, namun kalimatnya dicuri oleh lelaki berambut silver yang berdiri di dekat kulkas.

Lucas langsung menutup pintu kulkas yang Yuta buka, matanya memicing tajam menyorot si ketua The Hall itu.

Jaehyun tahu ini akan terjadi, itulah mengapa pilihannya untuk ikut merupakan pilihan yang paling tepat. Membiarkan Yuta kemari dan menemui Lucas sendirian akan membuat rumah ini dibanjiri darah nantinya.

"Lucas, sudah," ucap Jaehyun, menahan lengan Lucas yang menyembulkan ototnya.

Yuta mundur dari tempatnya, menghela nafas melihat reaksi Lucas.

VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang