[십칠]

708 83 29
                                        

"Hei- are you ok? Taeyong?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




"Hei- are you ok? Taeyong?"

"N-no, I'm fine, don't mind me. I just— i just need someone. Is it okay.. for- for you?"

"It's okay, it's fine."

"Uh- I— I can use the couch."

"No, I'm fine with the couch. Just go to sleep, Taeyong. You looks tired."

"I— thanks, Jaehyun."











🍃










Taeyong berakhir memesan kasur ekstra di kamarnya untuk Jaehyun. Dia tidak tega membiarkan Jaehyun tergeletak di sofa, dia tahu tubuh mereka cukup lelah setelah aktivitas yang mereka lakukan—termasuk insiden tenggelam Taeyong—dan dia rasa, sofa bukanlah teman baik untuk tubuh salah satu dari mereka.

Sehingga, penampakan pertama yang Taeyong lihat saat buka mata adalah Jaehyun yang terbaring dengan selimut yang lelaki itu peluk, mengabaikan bantal guling di balik punggungnya.

Sesaat, Taeyong tertegun. Ini adalah kali pertamanya dia memberikan seseorang untuk begitu dekat dengan ruang privasinya; sebelumnya, Yuta dan Doyoung bahkan tidak pernah dapat izin untuk masuk ke kamarnya. Kini, disinilah dia dengan Jaehyun yang terbaring di kasur yang berada tepat di atas lantai, terletak tepat di samping kasur Taeyong, dan Taeyong tidak merasa aneh sama sekali untuk membawa Jaehyun melewati batas-batas yang dia gambarkan.

Alih-alih menghentikan diri, Taeyong terus mencoba, sampai titik mana Jaehyun akan membuat dia merasa terganggu. Sampai titik mana dia jadi risih dengan Jaehyun. Sampai titik mana dia mampu menyadari, bahwa Jaehyun adalah orang baru di hidupnya.

Berkebalikan dengan apa yang tubuhnya kecap; seakan dia sudah hapal dan kenal dengan aura dan hangat tubuh Jaehyun di sekitarnya.

"Pagi."

Bahkan seakan secara otomatis bibirnya bergerak menyapa Jaehyun kala tubuh Jaehyun menggeliat, mata terbuka sedikit untuk mengatur cahaya yang menabrak irisnya.

"Pagi," Jaehyun membalas sapaannya seakan apa yang dia lakukan adalah hal aneh dan mengerikan—uh ya, he just sounds like a creepy man, Taeyong would admit it—dengan suara baru bangunnya, begitu rendah dan serak, "Oh? Kamu sudah bangun?"

Taeyong tengkurap, tangannya terlipat menopang dagu dan matanya menonton Jaehyun yang tengah mengumpulkan nyawa, menyaksikan lelaki itu layaknya cuplikan scene dalam sebuah drama.

Jaehyun duduk di kasurnya, meregangkan otot lehernya, "Bagaimana tidurmu?"

Taeyong menaikkan sebelah alisnya, "Uh-
aman?" dan dengan itu dia dengae Jaehyun terkekeh kecil meresponnya.

VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang