[삼십오]

506 61 39
                                        

"Jaehyun memberikan kamu- apa?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.













"Jaehyun memberikan kamu- apa?"

"Kesempatan untuk mendekati Taeyong," jawab Doyoung, bersandar di balkon kamar Yuta dengan segelas soda.

Kekehan Yuta terdengar, "Lalu? Berhasil?"

Doyoung mengedikkan bahunya, "Aku belum melancarkan apapun," katanya seraya kembali menenggak sodanya, "Dan kalau aku bisa bikin Jaehyun berkata demikian, harusnya aku berhasil."

"Harusnya."

"Hm, harusnya," kekeh Doyoung, menelan rasa pahit yang mengisi relung hatinya dengan dorongan soda dari kaleng di tangannya—oh jika saja dia bisa minum malam ini, pasti akan lebih mudah untuknya lupa akan betapa sakitnya perasaan yang menggeluti dadanya sekarang.

"Don't say I didn't warn you."

"Well- thank you for the warning," sinis Doyoung, "Bahkan belum sehari dari Jaehyun yang coba mengancamku akan merebut Taeyong."

"Dia mengancammu?"

"Itu, yang tadi pagi di ruanganmu. Konteksnya dia mengancam akan merebut Taeyong dariku karena aku lalai malam itu."

"Oh-"

"Bukankah- bukankah seharusnya itu artinya dia masih memberikanku kesempatan? Kenapa malah— ah sial."

Yuta hanya terkekeh mendengar gerutuan Doyoung, "Kalau saja tadi kamu tidak datang diam-diam, mungkin kesempatan itu masih ada untukmu sekarang."


























🍃




















Enggan rasanya Jaehyun bangkit dari kasur, meski dia sudah terganggu dengan sorotan cahaya terang yang menyelip dari balik jendelanya. Pasalnya, dia tidak ingin keluar dengan perasaan seperti yang sekarang tengah menderanya.

Perut geli tergelitik, pipi yang menukik naik, senyum sumringah merekat tak berkutik, belum lagi lesung pipinya yang terlalu jelas mengapit.

Ah, ditambah merah telinganya yang masih belum reda sejak semalam menambah keinginan Jaehyun untuk tetap bergelut di dalam selimut, mengurung diri sampai dia bisa bertingkah layaknya manusia normal.

Iya, manusia normal.

Jaehyun menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian dia loloskan sampai lega, dengan mata terpejam rekat, berharap dia mampu tenang dalam hitungan—

tiga...

dua...

satu .... setengah ...

VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang