[삼십삼]

479 70 26
                                        

[italic-rata tengah; flashback//non italic-rata tengah: siaran radio]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[italic-rata tengah; flashback//non italic-rata tengah: siaran radio]

















Camilan tertata rapi diatas meja.

Tv sudah dinyalakan, terputar acara musik yang mulai mengisi sorenya.

Sementara tangannya asik meraih makanan ringan dan melesakkan ke dalam mulutnya, Jaehyun mendengar suara yang tidak berasal dari speaker tv, yang kelak dia ketahui berasal dari dering ponselnya.

Sebuah panggilan masuk dan Jaehyun mengernyitkan kening kala dia lihat siapa pemanggilnya.

"Halo?"

"Jaehyun, bisa tolong aku?"

Suara Taeyong diiringi ringisan dan secara refleks Jaehyun bangkit dari tempat.

Oh ya, kakinya sudah baik-baik saja. Setelah tiga hari terlewati, Jaehyun berhasil lepas dari kruk dan jalan dengan normal. Kain kasa tidak lagi melilit di tubuhnya, meski dia masih perlu merawat lukanya dengan mengoleskan beberapa salep yang Doyoung sarankan.

Berbeda dengan Taeyong, lelaki itu masih dalam masa penyembuhan. Selama ini Doyoung yang merawat Taeyong dan Jaehyun memutuskan untuk menyumpal pandangan dan pendengarannya, berlagak layaknya dia tinggal sendirian di kamarnya.

Masih melekat erat jawaban Doyoung yang tidak ragu mengakui kalau lelaki itu menyukai Taeyong. Toh, wajar jika Doyoung merasa demikian setelah tinggal sekian lama bersama Taeyong—Jaehyun akui tidak akan ada yang mampu menolak pesona Taeyong—dan dia tidak akan menyalahkan Doyoung akan perasaan lelaki itu.

Meski kemudian hubungan mereka jadi canggung, Jaehyun berusaha untuk terlihat biasa saja dan bertingkah layaknya orang dewasa, terutama ketika berada di depan Taeyong.

"Apa yang bisa ku bantu?"

"Sini, naik ke kamarku."

Biasanya, Doyoung sudah ada di rumah jam segini, namun entah apa alasan kini Doyoung pulang terlambat dan menelantarkan pasiennya.

Paling tidak, anak itu mengirim Renjun untuk membantu Taeyong.

Sehingga, daripada banyak berfikir, Jaehyun matikan tv yang sedang dia saksikan dan menuju kamar Taeyong yang ada di lantai dua.

Dia pastikan untuk mengetuk pintu sebelum masuk, sampai dia dengar Taeyong mempersilakannya barulah dia buka daun pintu kamar Taeyong; dimana dia disuguhi sorot mata Taeyong yang tengah menunggunya.

Taeyong duduk diatas kasur dengan binar mata menyedihkan, membuat Jaehyun jadi khawatir atas ekspresi yang lelaki manis itu tampilkan— tatapan sendu Taeyong berhasil membuat degup jantung Jaehyun nyaring beradu.

"Ada apa? Kamu tidak apa-apa?"

Alih-alih menjawab, Jaehyun menjulurkan tangannya ke arah Jaehyun, "Bisa tolong antar aku ke kamar mandi? Aku mau buang air kecil."


VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang