[BXB] [ROMANCE] [On Going]
[2 우리 다시 만나자 Series - Verona Blend]
And when a simple 'touch me' glued both of their body tightly, made them together for the rest of their life.
[Second Series of WILLOW]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tubuh menghadap ke balkon, hanya untuk merasakan lebih jelas hembusan angin malam yang menabraknya. Merasakan kulitnya disapa dengan angin dingin yang sampai membuat bulu kuduknya berdiri tegak. Surai hitam sepekat langit malam ikut bergerak acak, menari diatas suasana hatinya yang jadi rusak.
Dia juga heran, mengapa bisa rasa nyeri menyapa dadanya, sampai dia berusaha cepat-cepat menutup sambungan.
Uap air ikut mengepul di ujung bibirnya, wajah pucatnya kian memperjelas suasana hatinya.
"Haruskah aku tetap maju?" tanyanya pada dirinya sendiri, bertengkar dengan isi kepalanya yang berisik.
Sampai akhirnya dia dengar derit pintu terbuka dari belakang tubuhnya, melihat sosok pria yang dia kenal mengintip di baliknya.
"Sudah selesai pinjam kamarku? Aku mau tidur."
"Sudah. Terima kasih," sahutnya, dengan senyum lemah di bibir yang tercetak jelas, sebelum dia berdiri tegak dan berjalan menjauh dari balkon.
"Kenapa?" lelaki yang tadi membuka pintu dan merusak momennya, kini menepuk bahunya dengan kernyitan kening yang jelas.
"Tidak ada."
"Dia tetap memilih Jaehyun?"
Kini kernyitan itu tercetak di keningnya, "Maksudmu?"
"Doyoung, aku rasa kamu tidak lupa apa yang pernah kusampaikan padamu." lelaki itu adalah ketuanya yang paling menyebalkan, "Semoga kamu bisa tidur nyenyak malam ini."
Demi bulan berdarah paling terkutuk, Yuta benar-bener tidak akan pernah masuk ke dalam daftar temannya.
❄️
"JAEHYUN!"
Satu dekapan hangat, begitu erat menyapa kehadiran Jaehyun, datang dari Dong Sicheng, mantan partner sekaligus sahabat terbaik yang pernah dia kenal.
Jaehyun baru saja masuk ke dalam kafe, dia bahkan baru sempat menutup pintu dan Sicheng langsung memeluk tubuhnya.
"Hai?"
"Tuhan, Jung Jaehyun!" pekik Sicheng masiu tidak percaya.
Oh, tentu semuanya terlihat begitu fiksi, mengingat Sicheng sudah lihat mayat Jaehyun di kremasi, di simpan di balik peti dan diabadikan di salah satu ruangan The Hall. Sicheng mengikuti upacara kemarian Jaehyun, sehingga, mendengar kabar Jaehyun berhasil dibangkitkan dan kini benar-benar melihat wujud Jaehyun di depan hidungnya, Sicheng tidak bisa berhenti histeris karenanya.
"Kamu benar-benar Jaehyun?"
Jaehyun membalas pelukan Sicheng, "Bagaimana kabarmu?" sapanya, dengan tangan mengelus pundak Sicheng, "Omong-omong, kenapa kafemu sepi sekali?"