[BXB] [ROMANCE] [On Going]
[2 우리 다시 만나자 Series - Verona Blend]
And when a simple 'touch me' glued both of their body tightly, made them together for the rest of their life.
[Second Series of WILLOW]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tapi- yang benar-benar menyadarkanku apabila ingatanku benar-benar kembali adalah ketika aku tidak bisa berhenti merasakan bahwa aku jatuh cinta setiap hari pada Jaehyun. Menyesakkan."
🍃
Pisau yang kini dia genggam, punya dua fungsi yang lumrah diketahui bersama. Senjata atau alat berguna, semuanya tergantung kehendak dia sebagai pemegang kuasa.
Bawang yang dia cincang, bisakah dia anggap sebagai bagian dari pembunuhan atas para kaum bawang yang tertindas? Pikirannya pagi ini kacau setelah kejadian semalam.
Sebenarnya, Taeyong terlalu stres untuk memikirkan semuanya, mencoba mengkorelasikan hal-hal yang diluar akalnya.
Kisah yang Doyoung ceritakan semalam, tentang takdir dia dengan Jaehyun yang akan selalu melintasi satu sama lain, sampai mereka lelah mati dan hidup kembali, mereka akan berakhir bertemu di satu titik dan tidak akan ada satupun hal yang mampu memisahkan mereka— sekalipun kematian yang bisa jadi dikalahkan oleh reinkarnasi.
Keren, sekilas pikir Taeyong. Dia terkesima, tenggelam dalam kagum, sampai lupa Doyoung di hadapannya punya perasaan yang tidak terbalas.
Hei, lagipula, Doyoung pasti akan bertemu dengan pasangan yang akan sejati menemani dirinya, Taeyong yakin akan hal itu. Tentang takdir yang saling melintasi satu sama lain untuk mengikat sepasang individu agar terus bersama, pasti tidak hanya terjadi padaa dia dan Jaehyun, kan?
Kasus itu tidak mungkin selangka itu:
Rebusan sup yang dia buat untuk menyambut pagi sudah jadi. Berhubung sedang libur dan pagi ini terlalu dingin, Taeyong persilakan dirinya bangun lebih lama dari biasanya dan menghidangkan makanan hangat untuk dirinya.
Ekhm- dan untuk Jaehyun juga, tentu saja.
Kalau Jaehyun masih di rumah.
Karena pertengkaran semalam, Taeyong tidur di kamarnya yang terletak di lantai dua, terpisah dari Jaehyun untuk menenangkan dirinya. Berhasil? Tentu tidak.
Harapan dia jatuhkan pada sup hangat yang berhasil dia masak untuk menenangkan degup dadanya, lelah dia rasakan nyeri menyakitkan karena menahan luapan emosi yang entah berasal dari mana.
Tanpa intensi yang dia khususkan, Taeyong secara otomatis menuangkan sup pada dua mangkok di atas nampan. Lolos helaan nafas darinya, melihat bahkan tubuhnya otomatis akan mengingat Jaehyun meski otaknya belum memerintah demikian.
Refleks yang bagus, Taeyong.
Tangan dengan jemari lentiknya yang menahan kuat nampan marmer putih itu, dia berjalan menuju kamar Jaehyun. Harusnya, Jaehyun sudah bangun, mengingat Jaehyun selalu yang paling rajin membuka mata lebih dulu dan punya tugas sampingan membangunkan Taeyong tiap paginya.