[오십일]

378 55 9
                                        

Masih jam 6 pagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


















Masih jam 6 pagi.

Masih ada tiga jam untuk siap-siap sebelum berangkat ke tempat Taeyong dan melakukan fitting baju untuk pertama kalinya.

Jelas, Soojung merasa senang— meski wajahnya terkesan tidak mengekspresikan apapun, nyatanya dia merasa sangat antusias untuk hari ini.

Akhirnya, dia akan mengenakan pakaian yang Taeyong rancang untuk acara pernikahannya nanti. Rasanya, acara akan berlangsung besok pagi— jantung Soojung masih berdetak terlalu cepat tanpa henti.

Dia keluar dari kamar, ruang tengah pasti selepas digunakan Jongin. Tv masih menyala, bekas kopi yang tadi Soojung seduh sebelum mandi, serta beberapa ceceran rempah biskuit yang dia sertakan sebagai pelengkap sarapan.

'Gerhana matahari akan diprediksikan jatuh pada—'

"Jongin?" panggil Soojung, mencari si kekasih untuk mengecek apakah Jongin sudah siap berangkat atau belum.

Mungkin Jongin sedang kembali ke kamar tamu, tempat semua barang yang Jongin bawa dari Amerika di letakkan. Maka, itulah tempat pertama yang Soojung tuju, langkahnya dia jejakkan agar sampai ke ruangan yang terletak di bagian belakang rumah tersebut.

Soojung memelankan bunyi healsnya ketika jarak antara dia dengan kamar tamu sudah dekat, hendak memberi kejutan kepada Jongin, bayangan wajah Jongin atas ekspresi yang lelaki itu berikan karena tingkahnya sudah tergambar lucu di kepala.

"Tenang, dia sedang tidak bersamaku."

Namun langsung Soojung urungkan saat tahu Jongin sedang berada di tengah sambungan.

Takut mengganggu, maka Soojung menunggu panggilan sampai berakhir dengan berdiri di pinggir pintu, menyandarkan punggung pada tembok lesu.

"Aman, semuanya aman."

Siapa kira-kira yang menelfon Jongin? Calon Ayah mertua? Oh- sepertinya mereka sedang membincangkan masalah pernikahan.

"Aku yakin Soojung berguna, lebih berguna dari yang kita kira."

Soojung mengernyit, keningnya berkerut dalam. Apa maksud dari yang Jongin bilang barusan?

"Nanti kutelfon lagi, takutnya Soojung mencariku."

Maka kemudian cepat-cepat Soojung mengambil langkah menjauh dari ruangan, kakinya menghentak kencang dan berjalan kembali ke arah ruangan, agar seakan-akan dia baru saja hadir di sana, seakan dia tidak pernah mendengar perbincangan aneh yang barusan telinganya tangkap.

VERONA | JAEYONGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang