"He's there."
🍃
Jaehyun hilang dalam gelapnya malam, tanpa arah dia berlari mencoba mencari pencerahan atas pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepalanya.
Sayangnya yang Jaehyun lihat hanyalah laut lepas terhampar tanpa batas, gelapnya malam, dan sorotan bingung orang-orang sekitarnya.
Dia berlari kian jauh dan dia dapati dirinya sendiri diatas pasir, berdiri lunglai terpapar kencangnya angin malam, dengan tangan yang menggenggam satu renyaman kertas yang dia dapatkan.
"Jaehyun."
Yuta berhasil mengejar Jaehyun, berhasil meraih pundah Jaehyun yang naik turun dengan cepat mengatur nafas.
"Mereka tahu aku hidup, mereka tahu aku disini."
"Hei, tidak masalah. Lagi pula, tidak akan ada hal buruk yang terjadi."
Sayangnya, kalimat penenang Yuta hanyalah kalimat klise yang sering Jaehyun dengarkan pada dirinya sendiri, untuk menenangkan dirinya ketika dia tahu bahwa datang dan muncul di sekitar Taeyong sama saja dengan dia mencoba menghancurkan Taeyong, lagi.
Kemenangan yang diraih sisi egoisnya, kini tengah menyampaikan konsekuensi yang paling Jaehyun takutkan.
"Kamu tahu kenapa aku ... menghilang?"
Alasan mengapa Jaehyun harus sembunyi adalah—
"The Hall bukan lagi diisi oleh klan putih. Di bawah sayapmu, ada klan hitam yang perlu kamu urus."
—karena sudah tidak ada lagi yang namanya klan hitam dan klan putih, namun siapa yang tahu hati tiap makhluk jauh di dalam sana?
"Tentu, mereka tidak akan pernah terima jika aku hidup."
Ketika hati yang telah menghitam, menggebu penuh amarah, mereka tidak lagi mampu melihat apa yang benar dan salah, hanya satu tujuan yang akan mereka kejar untuk melampiaskan segalanya sampai puas.
Chanyeol meminta Jaehyun untuk menjauh dari rumah besarnya karena kebaikan mereka semua; untuk menyelamatkan nyawa-nyawa tidak bersalah.
Mengingat apa yang Chanyeol pernah katakan padanya, membuat Jaehyun bergidik ngeri.
Dia tidak ingin melihat orang yang dia sayangi jatuh dan hancur di depannya, lagi.
🍃
Siapa bilang Yuta bisa memejamkan mata dan berkelut dengan kelamnya malam setelah dia dapati Jaehyun terlihat ketakutan di depannya?
Dia memutaro kamar hotelnya tanpa henti dan Doyoung pun paham betapa resahnya Yuta saat ini.
"Haruskah kita hubungi Jeno?" tanya Yuta, "Tapi- dia tidak ada menghubungi kita sama sekali, kan? Haruskah kita memperingati mereka?"
"Hyung, mereka sudah sumpah. Tidak akan ada 'pemberontakan' seperti yang kamu takutkan." Doyoung menepuk bahu Yuta, mencoba menenangkan si ketua.
KAMU SEDANG MEMBACA
VERONA | JAEYONG
Fanfiction[BXB] [ROMANCE] [On Going] [2 우리 다시 만나자 Series - Verona Blend] And when a simple 'touch me' glued both of their body tightly, made them together for the rest of their life. [Second Series of WILLOW]
