[BXB] [ROMANCE] [On Going]
[2 우리 다시 만나자 Series - Verona Blend]
And when a simple 'touch me' glued both of their body tightly, made them together for the rest of their life.
[Second Series of WILLOW]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bangunan ini bukan bangunan yang asing untuk Taeyong, setidaknya dia sudah pernah mampi kesini beberapa kali, jika dia tidak salah, kali ini adalah kali ketiga dia kemari.
Tentu, dia disini berkat ajakan Yuta dan Doyoung serta jadwalnya yang tidak terlalu padat.
Sebenarnya, ajakan dari Yuta dan Doyoung cukup mengejutkannya. Setelah insiden 'pulang terlambat'nya dua hari lalu, dimana Doyoung sempat tidak bicara sepatahkatapun pada Taeyong kemarin—yang mana cukup mengejutkan juga karena biasanya, Doyoung akan menegurnya dan mengomelinya panjang lebar apabila dia telah berbuat kesalahan—dan tadi pagi, dua lelaki vampire itu membangunkannya lengkap dengan sarapan yang telah tersedia dan ajakan ke The Hall.
Entah apa yang Taeyong akan dapatkan hari ini, apakah The Hall akan jadi tempat dia menerima hukumannya, atau apa sebenarnya alasan diajaknya dia ke rumah besar itu, karena apabila memang dia disini untuk sebuah hukuman, maka Taeyong akan menyiapkan diri menerima hukuman terburuk untuknya.
Taeyong menyusuri koridor ruang gedung yang menjulang begitu tinggi, banyak di sisinya para vampire yang terbang lalu-lalang untuk menghemat waktu, tidak sedikit juga mereka yang masih menggunakan fungsi tungkai untuk menyusuri koridor panjang didepan mereka.
Taeyong tidak punya kemampuan melayang melawan gravitasi, dia hanya mampu menikmati waktu yang ada dengan melangkahkan kakinya tanpa henti, sampai dia bertemu dengan pangkal koridor.
Sampai mata Taeyong tersapa hamparan taman The Hall yang luas, tempat yang selalu dia hampiri tiap kali dia mampir ke sarang vampire itu.
Hal ini karena pertama, ruang kerja Yuta dan Doyoung membosankan.
Kedua, tempat terbuka ini memberikan dia akses untuk menenangkan diri dan bertemu beberapa orang yang bisa melepas stresnya.
"Taeyong HYOONG~!" Seorang lelaki yang—menyebalkannya—terlihat lebih muda darinya, menyambar tubuh Taeyong dengan dekapan hangat.
"Oui-" Taeyong hampir tumbang karenanya, "Hai, Jeno."
"Lama tidak jumpa, Hyung!" sapa lelaki bernama Jeno itu hangat, "Kami sedang kumpul dan makan kue buatan Jaemin. Ayo ikut aku!"
Taeyong tidak punya kesempatan untuk menolak atau menerima karena tangannya langsung ditarik oleh Jeno, cukup kuat sampai tubuh Taeyong nyaris melayang karenanya.
Dengan mengikuti kemana langkah cepat Jeno, Taeyong sampai pada sekumpulan anak yang sedang piknik.
Well, disinilah satu-satunya tempat mereka mampu piknik tanpa merasakan sensasi kulit terbakar matahari dan hangus menjadi abu.
Dihadapan Taeyong, terbentang karpet kotak-kotak merah putih yang mulai pudar, diisi oleh beberapa makanan diatasnya, diduduki beberapa orang yang belum menyadari kehadirannya, sampai Jeno menyurakkan, "Aku bawa Taeyong Hyung!" yang mana membuat kepala para vampire didepan Taeyong menoleh kearahnya seketika.