Brukk
Pria di depannya hanya tersenyum kecil melihat Sea yang jatuh terduduk. Kemudian tangannya terulur membantu Sea berdiri tegak.
"Aku masih harus berlatih lebih keras untuk bisa membuatmu jatuh, Beta," ujarnya setelah menormalkan napas yang memburu.
Samuel terkekeh mendengar keteguhan calon Alpha di depannya itu. "Ya. Anda harus bisa lebih kuat lagi untuk menjadi seorang Alpha."
Sea menaikkan sebelah alisnya. "Kau yakin aku bisa sekuat ayah?" tanyanya pada Samuel. Ia mengikuti langkah sang Beta yang berjalan menuju dudukan tombak di ujung lapangan camp Warrior.
Samuel memilih satu dan mengambilnya. Kemudian berbalik menghadap Sea yang menuntut penilaian darinya. "Tentu saja. Anda bahkan bisa melebihi alpha Wenzell jika mau lebih berusaha lagi."
Netra Sea berbinar mendengarnya. "Aku akan berlatih lebih kerasa lagi! Sekarang ayo kita berlatih dengan benda ini." ia ikut mengambil satu tombak di tempat yang sama.
Samuel menggelengkan kepala. Sea adalah anak yang memiliki semangat dan ambisi tinggi. Dia yakin Sea akan menjadi alpha yang sangat kuat nantinya. Bahkan melebihi ayahnya sendiri. Di usianya yang menginjak umur limabelas tahun ini, Sea sudah bisa mengalahkan seorang gamma.
***
Sea yang baru saja selesai berlatih langsung pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Saking semangatnya dia sampai lupa waktu dan baru berhenti berlatih ketika menjelang sore. Jika saja ibunya tidak berteriak dan mengomelinya, dia pasti baru akan berhenti ketika langit gelap.
Sembari berjalan, Sea melepaskan kaos yang sudah basah karena keringat.
Omega yang berpapasang dengan lelaki muda itu tersenyum-senyum dan menyapa malu. Meski masih terbilang sangat muda, tubuh Sea menuruni gen sang Alpha. Tinggi melebihi ibunya dengan beberapa otot yang mulai terbentuk. Sedangkan Sea hanya membalas sapaan mereka dengan ramah seperti biasa.
Di tengah jalannya menuju kamar Sea melihat Flora, adiknya, yang sedang berjalan bersisihan bersama Mars. Mereka sedang tertawa entah karena apa. Mars adalah anak dari Beta Samuel dan mate-nya, Diana. Mereka berdua hanya selisih beberapa bulan, dengan Mars yang lebih tua.
"Baru selesai berlatih?" tanya Flora ketika tatapan gadis kecil itu menangkap kakaknya yang akan masuk ke dalam kamar.
Sea mengangguk dan tersenyum melihat bagaimana lengketnya kedua bocah berumur delapan tahun itu.
"Bisakah kita berlatih bersama lain waktu?" pinta Mars dengan tatapan berharap.
Sudah sejak lama dia mengagumi keluarga alpha. Dia ingin menjadi seorang beta yang hebat seperti ayahnya. Mungkin jika dirinya berusaha lebih keras lagi, ia bisa menjadi beta yang mendampingi Sea kelak.
"Tentu saja, Mars. Kita bisa berlatih bersama. Mungkin besok?"
Mars memekik kecil dan menatap Flora dengan wajah senangnya. Seolah rasa gembiranya menular, Flora ikut tersenyum lebar. Sesenang itu ketika Sea menyetujui untuk berlatih bersama.
Sea menggeleng dan tersenyum geli. "Aku harus pergi setelah ini. Bye." lalu ia masuk ke dalam kamarnya.
***
Keesokan harinya.
Sea mengerang kesal ketika suara gaduh membangunkan tidur nyenyaknya di pagi hari. Dia menoleh ke nakas dan melihat jam yang menunjukkan pukul tujuh pagi. Karena penasaran dia pun beranjak bangun. Sebelum keluar kamar dia membasuh wajah dan menyikat gigi terlebih dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
WerewolfSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)