Esok harinya Erysca kembali disibukkan dengan pekerjaannya di kafe. Tadi pagi sebelum berangkat kerja ia menyempatkan ke sekolah Sea untuk mengizinkannya. Putra kecilnya itu sudah semakin membaik. Bahkan pagi tadi wajahnya kembali ceria seperti biasanya. Ia sangat bersyukur meskipun belum tahu apa penyebab Sea seperti itu.
Hari telah beranjak malam. Erysca mengelap meja terakhir dan menaikkan kursi ke arah meja dibantu oleh Freya. Setelah itu ia berganti pakaian di ruang ganti. Teman-temannya yang lain pun juga melakukan hal yang sama dengan kamar ganti berbeda untuk pria dan wanita.
Malam belum terlalu larut. Semoga saja masih ada kendaraan umum yang lewat. Erysca pergi keluar kafe setelah mengucapkan selamat malam pada Liam yang akan pulang terakhir kali karena dia yang bertugas membawa kuncinya.
Udara dingin yang menerpa tubuhnya terasa sampai tulang. Erysca mengeratkan jaket yang dipakainya. Memasukkan kedua tangan ke dalam saku setelah meniupnya beberapa saat. Ia menunggu bus di halte dekat kafe sendirian. Sebenarnya tadi beberapa teman menawarinya pulang bersama. Namun ia menolak karena arah rumah mereka yang berlawanan dengannya.
Erysca merasa bulu kuduknya berdiri. Pandangannya mengedar kesana kemari. Ia merasa ada yang mengikutinya sejak keluar kafe. Suasana jalan semakin gelap. Hanya ada sedikit kendaraan pribadi yang berlalu-lalang. Ia melihat jam di pergelangan tangannya. Pukul sepuluh. Masih ada satu bus yang akan lewat beberapa menit lagi.
Seperti dugaannya. Bus yang sedari tadi ia tunggu pun datang dan berhenti di halte. Erysca masuk ke dalamnya, berhenti sebentar untuk membayar dengan kartu. Lalu duduk di salah satu bangku kosong dekat jendela. Setelah itu bus kembali berjalan. Di dalam bus hanya ada tiga orang, termasuk dirinya.
Tak menyadari ada orang lain lagi di kursi paling belakang. Sepasang mata berwarna biru terang dengan pupil hitam menatap tajam ke arah Erysca.
Erysca menutup kedua mata mencoba mengurangi rasa lelahnya. Kepalanya ia sandarkan pada jendela. Wanita itu berjengit kaget saat merasakan kursi di sebelahnya melesak. Pertanda ada yang duduk di situ.
Matanya terbelalak melihat siapa gerangan yang duduk di sampinya itu. Mulutnya terbuka dan ia menutupnya dengan tangan. Masih tak percaya pada penglihatannya saat ini.
"Ba-bagaimana bisa ... kau—" Erysca bahkan sulit mengeluarkan suaranya.
Seseorang di sebelah Erysca menyeringai. "Tentu saja bisa. Kau pikir aku ini siapa?"
"Jadi kau yang sejak tadi mengikutiku?" tanya Erysca masih tak percaya.
Dia mendesah dan menyandarkan tubuh tegapnya pada sandaran kursi. "Sebenarnya aku mengikutimu sejak tadi sore. Tapi aku ragu kalau itu dirimu karena penampilanmu banyak berubah. Jadi aku menunggu sampai kafe tempatmu bekerja tutup. Lalu saat di halte aku benar-benar yakin itu kau."
Itu memang benar. Erysca sengaja sedikit merubah penampilannya. Rambutnya ia potong sebahu dan warnanya berbeda dari yang sebelumnya. Postur tubuh Erysca pun agak berbeda dari sebelumnya. Sedikit lebih berisi. Namun tetap ideal dan tak mengurangi kecantikan alaminya.
"Bagaimana kau bisa tahu aku ada di kota ini?"
"Kau lupa kalung yang kau pakai itu sebagian dari kekuatanku?" ia balik bertanya sambil melirik ke arah kalung yang Erysca pakai dan tak pernah dilepas.
Erysca menunduk dan memegang kalung tersebut yang kini mengeluarkan cahaya kecil. Tentu saja dia ingat. Ini adalah pemberian pria di sebelahnya. Hugo.
"Selama lima tahun aku berpindah-pindah negara untuk menemukanmu. Dari lima negara yang aku kunjungi, semuanya menuntunku pada negara ini. Dan pertama kalinya aku menapakkan kaki di sini, aku sudah semakin merasakan keberadaanmu lewat kalung itu." Hugo menyugar rambut putihnya dan menariknya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
LobisomemSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)