Mansion tampak sangat megah di mata Erysca. Berkali-kali ia berdecak kagum melihatnya. Sampai di halaman mansion yang sangat luas pun ia tak bosan-bosannya memuji keindahan tempat itu. Mansion yang lebih mirip istana itu letaknya sangat dekat dengan hutan lebat. Membuat udara di sekitarnya terasa lebih sejuk.
Mobil mewah Wenzell berhenti di depan tangga naik ke pintu utama. Pria itu segera melepas seatbelt-nya dan keluar dari mobil dengan terburu. Berniat untuk membukakan pintu untuk Erysca. Namun gadis itu justru sudah keluar lebih dulu.
Wenzell menopangkan sebelah tangannya di pintu yang baru saja Erysca buka.
"Kau tahu? Aku berniat melakukan hal romantis dengan membukakan pintu untukmu. Tapi kau malah sudah keluar lebih dulu."
Erysca mengerutkan dahinya dan mendengus. "Aku bukan Cinderella."
Wenzell tertawa pelan. "Kau memang bukan Cinderella, tapi kau Lunaku. Ayo." ia merangkul bahu Erysca. Menuntun gadis itu masuk ke mansionnya.
Interior mansion itu pun tak kalah indah. Pintu utama terbuka lebar dan pasangan itu pun masuk. Waktu itu Erysca hanya menatap isi mansion itu sekilas tanpa sempat mengaguminya.
Bagian depan saja sudah tampak berkelas dengan tiang-tiang kokoh penyangga. Lampu gantung mewah yang tergantung indah di langit-langit. Beberapa bagian dindingnya terukir gambar serigala dan beberapa gambar lain yang tidak Erysca mengerti artinya.
Warrior dan Omega yang berlalu lalang menyapa dan menunduk hormat pada dua orang itu. Mereka tahu gadis itu adalah Luna yang selama ini mereka nantikan kehadirannya.
Erysca tampak canggung dan ia tidak tahu bagaimana cara membalas mereka.
Wenzell berhenti berjalan saat sampai di depan ruang kerjanya. "Sekarang aku harus meneliti beberapa berkas di ruang kerjaku dulu. Kau mau menemaniku di sini, atau di kamar?" ia memegang kedua bahu gadisnya, mengusapnya pelan.
Erysca tampak menimang sebentar. "Aku yakin kalau hanya menemanimu mengurus pekerjaan akan sangat membosankan. Jadi aku akan berkeliling saja."
"Tapi aku tidak bisa menemanimu saat ini. Kalau nanti mungkin bisa." tatapan Wenzell terlihat bersalah.
"Aku akan berkeliling sendiri."
"Bagaimana kalau ada salah satu omega menemanimu?"
Ersyca mengangguk cepat. "Boleh. Rumah sebesar ini mungkin bisa membuatku tersesat," kekehnya.
Wenzell tersenyum lembut. Ia memanggil salah satu Omega yang saat itu sedang bertugas membersihkan vas bunga besar, yang letaknya agak jauh darinya berdiri.
"Temani mateku berkeliling mansion dan penuhi apapun keinginannya," titah Wenzell.
"Baik, Alpha."
Wenzell mencium sekilas bibir matenya. Gadis itu merespon dengan senyum malu. Setelah itu, Erysca pergi bersama omega tadi untuk berkeliling mansion. Wenzell menatap punggung matenya sejenak sambil tersenyum kemudian masuk ke dalam ruang kerjanya.
Ia duduk di kursinya bersamaan dengan dirinya mengirim mindlink pada Betanya. Tidak ada jawaban. Hal yang sama terjadi pada ketiga Warrior yang ikut bersama Beta Samuel. Mungkin ia bisa mencobanya lagi nanti.
***
Erysca masih bersama dengan omega yang menemaninya berkeliling. Ia sempat menanyakan nama omega itu tadi. Namanya Maggie. Maggie gadis yang baik dan sedikit pemalu. Awalnya Maggie canggung saat berjalan bersama Lunanya. Namun karena sifat humble dan riang Erysca, lama-kelamaan kecanggungan itu hilang. Mereka tampak lebih akrab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
Manusia SerigalaSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)