Hallo guyss....wkwk
Masih pada nungguin gak ya?
***
Keesokan harinya Wenzell kembali melakukan rapat bersama para petinggi pack. Dan karena Erysca tak mau Sea mengganggu, jadi ia menemani putranya itu untuk bermain keluar mansion atas persetujuan Wenzell. Sang Alpha memberi peringatan untuk tidak melewati batas wilayah.
"Kita akan kemana, Ma?" tanya Sea antusias dengan mata berbinar-binar.
Erysca menunduk dan tersenyum khas keibuan. "Kita akan ke tempat yang luas untuk melatih serigalamu."
Sea terperanggah menatap sang ibu. "Jadi aku boleh bertukar shift dengan Wayne?!" pekiknya.
"Tentu saja, sayang. Ayah memberimu kebebasan untuk hari ini. Tapi ingat, tidak boleh terlalu lelah. Tubuhmu masih belum cukup kuat untuk menerima kekuatan seekor wolf." nasihat ibunya.
Sea mengangguk cepat. Senyum lebar tak luntur sejak mereka keluar dari halaman mansion dan masuk ke dalam hutan. Beberapa Warrior yang berpapasan dengan mereka menyapa sambil menunduk hormat pada Luna dan calon Alpha mereka itu.
Akhirnya setelah beberapa menit berjalan mereka sampai di tengah hutan yang cukup lapang. Pepohonan yang ada di tempat itu berjarak cukup jarang sehingga tak menyulitkan Sea apabila anak itu ingin berlarian. Suasananya pun tampak sejuk.
Erysca duduk di pohon tua yang sudah roboh. Meletakkan tas berisi makanan dan minuman di sebelah kakinya. Di dalam tas itu juga terdapat pakaian milik Sea untuk berjaga-jaga.
Sea langsung berlari ke arah pohon di dekat ibunya duduk. Sedangkan Erysca menunggu anaknya untuk berganti shift dengan sabar. Anak itu sudah dilatih oleh Wenzell untuk bertukar shift dengan serigalanya beberapa hari yang lalu. Sea takjub setelah melihat wujud Xan sehingga membuatnya tak sabar untuk melihat wujud serigalanya sendiri.
Tak membutuhkan waktu lama seekor serigala kecil dengan bulu berwarna abu tua muncul dari balik pohon tadi. Dia mendekat ke arah Erysca seraya membawa pakaian menggunakan gigi-giginya. Wanita itu menerimanya dan memasukkan pakaian Sea ke dalam tas.
Erysca terkekeh gemas dan mengusap-usap bulu halus milik Wayne. Ia juga beberapa kali menciumi wajah serigala kecilnya. Wayne menujurkan lidahnya ke wajah Erysca membuat wanita itu tertawa. Setelahnya baru mempersilakan Wayne untuk bermain.
"Jangan terlalu jauh!" teriaknya dan dibalas dengan kaingan khas pub yang semakin lirih karena Wayne berlari semakin jauh darinya.
Erysca geleng-geleng kepala melihat bagaimana semangatnya mereka. Dia tidak perlu terlalu khawatir karena ada beberapa Warrior penjaga perbatasan di sini. Namun ia tetap tidak boleh lengah dalam mengawasinya.
Ia mengeluarkan kotak berisi beberapa macam buah dan sebotol air minum. Kemudian ia juga mengeluarkan buku bacaannya yang ia ambil dari perpustakaan mansion. Tempat ini sangat tenang. Cocok untuk merilekskan pikiran.
Beberapa menit berlalu. Erysca merasa sudah cukup ia dan anaknya berada di sini. Wanita itu membereskan bekalnya dan bangkit berdiri. Berjalan menyusuri hutan seraya memanggil nama Wayne.
"Wayne!"
Perasaannya semakin cemas ketika sepuluh menit berlalu ia tak menemukan dimana putranya. Dia berjalan cepat tak tentu arah dan tak berhenti memanggil. Napasnya terengah-engah. Erysca berhenti di bawah salah satu pohon. Ia menghela napas panjang dengan mata tertutup. Dia harus tenang. Anaknya pasti baik-baik saja karena ini masih dalam wilayah Redmoon Pack.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
WerewolfSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)