Selamat berbingung-bingung ria~hehew
.
.
.
.
Kemudian semuanya berubah lagi. Kali ini berputar semakin cepat. Tubuh Wenzell terguncang hebat seperti memasuki portal. Kedua matanya terpejam erat. Perutnya terasa bergejolak ingin mengeluarkan isinya. Mungkinkah ini adalah akhir dari perjalanan ke masa lalunya?
Beberapa detik hal itu berlangsung lalu setelahnya ia tak merasakan apa-apa lagi. Wenzell mengerjapkan kedua matanya sebelum benar-benar terbuka. Semuanya masih tampak buram, ia pun merasakan tepukan ringan di pipinya. Kelopaknya kembali tertutup untuk menjernihkan kembali penglihatannya.
"Kau baik-baik saja, sayang?" suara indah mate-nya terdengar membuat kesadarannya kembali.
Wenzell sudah bisa melihat dengan jelas keadaan sekitarnya. Ia menghela napas panjang seraya menggenggam sebelah tangan Erysca. Ternyata ia terbaring di lantai dengan kepala di pangkuan Erysca. Wajah Erysca tampak benar-benar cemas.
"Ya, aku baik-baik saja," jawabnya lirih.
Mereka semua bernapas lega. Ketika Wenzell meneteskan darahnya pada jam pasir tadi, dia seakan telah berada di bawah alam sadarnya. Dan pria itu sudah diam mematung sebelum akhirnya ambruk di lantai. Sang Alpha tak sadarkan diri tak lebih dari lima menit. Mereka hampir memindahkan tubuh Wenzell jika pria itu tak kunjung sadar dalam lima menit.
"Syukurlah jika Anda baik-baik saja. Kami sangat khawatir ketika melihat Anda tak sadarkan diri," ujar Delta Tavien.
Wenzell beranjak untuk duduk dibantu oleh Erysca dan Samuel. Tubuhnya masih terasa lemas seolah tak makan dalam waktu yang lama. Keadaan masih hening karena menunggu apa yang akan Wenzell katakan. Pria itu justru melamun dengan kepala menunduk.
Erysca menyentuh lembut sisi wajah suaminya. Ia tersenyum menenangkan saat Wenzell menoleh padanya.
"Katakan apa yang kau lihat," pintanya halus.
Wenzell mengangguk lalu berdiri diikuti oleh Erysca. Mereka kembali duduk di kursi masing-masing.
"Sebelum aku menjelaskan, aku ingin bertanya. Berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Wenzell penasaran.
"Tidak lama tapi cukup membuat kami semua khawatir," balas Erysca.
Wenzell mengangguk mengerti. Wajahnya kini tampak semakin serius. Ia berdeham sebelum membuka suaranya untuk memulai cerita.
"Tepat seperti yang kita prekdisikan. Aku mengetahui beberapa masa lalu dari Damia." Wenzell menghela napas panjang. Tatapannya mengedar ke wajah-wajah penasaran di depannya.
"Dalam masa lalunya ternyata aku dan Damia adalah sepasang mate. Damia yang sekarang sama persis dengan Damia yang dulu, begitu pula dengan diriku. Perbedaannya adalah dulu aku bernama Revanth, dan pria itu memiliki iris mata berwarna biru. Damia pun sudah mengandung calon bayi mereka." ia mendengar kesiap kaget dari mereka.
"Jadi kau adalah reinkarnasi dari Revanth?" tanya Mayleen.
"Menurutku begitu," jawab Wenzell.
"Lalu bagaimana dengan Damia? Apa mereka adalah orang yang sama? Nama mereka pun sama persis dan seperti katamu, tak ada perbedaan di antara keduanya," ucap Samuel.
Wenzell menggeleng pelan. "Masalah itu aku pun masih belum mendapatkan jawabannya."
Semuanya kembali terdiam mendengar jawaban tersebut. Dan menerka-nerka apa jawaban yang paling tepat.
"Lalu bagaimana kelanjutannya?" tanya Erysca cepat. Wenzell mengernyit bingung melihat ekspresi wajah wanita itu.
"Setelah itu, semuanya berganti dengan cepat. Aku dibawa ke sebuah peperangan besar antara dua pack. Revanth terbunuh dalam peperangan itu karena menyelamatkan Damia dan calon bayinya. Entah apa alasan yang membuat musuhnya membunuh Revanth, tapi aku berasumsi jika itu adalah pembalasan dendam karena pria yang membunuh Revanth memang sejak awal mengincar nyawanya." suara Wenzell berubah serak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
Loup-garouSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)