Erysca mengantar kepergian Wenzell. Mereka sudah berdiri di samping pesawat pribadi milik keluarga Arcturus. Delta, Gamma, dan beberapa Warrior terlatih yang akan ikut sudah naik lebih dulu ke dalam pesawat.
Pelukan yang sudah berlangsung beberapa menit itu akhirnya terlepas. Erysca tersenyum dan mengusap wajah suaminya. Sedangkan Wenzell terus menatap matenya tanpa berkedip. Seolah ini adalah pertemuan terakhir mereka.
"Hati-hati di jalan," ujar Erysca lembut.
Wenzell mengangguk. "Berjanjilah kau akan baik-baik saja selama aku pergi."
Setelah kejadian dimana penemuan mayat Warrior dua hari yang lalu. Wenzell semakin was-was dan takut untuk meninggalkan mate-nya. Dia sengaja tidak menyertakan Samuel dan salah satu Gammanya untuk ikut dalam perjalanan ini. Mereka ditugaskan untuk menjaga Lunanya dan memperketat penjagaan di sekitar mansion.
"Iya, sayang. Kau juga harus baik-baik saja di sana. Tidak boleh meninggalkan makan dan harus istirahat jika sudah merasa lelah. Aku ingin kau pulang dalam keadaan utuh dan tidak lecet," ucap Erysca.
Wenzell terkekeh mendengar penuturan Erysca yang sudah seperti ibunya. Kepalanya mengangguk menjawab permintaan wanita tercintanya itu. Ia mencium kening, pipi, hidung, dan berlama-lama di bibir Erysca. Ucapan 'sampai nanti' pria itu ucapkan sebelum naik ke tangga pesawat.
Pintu pesawat tertutup dan Erysca melambaikan tangannya. Kakinya melangkah menjauhi pesawat untuk kembali ke mobilnya. Di belakangnya ada Samuel dan Gamma Mayleen yang mengikuti.
Selama perjalanan Erysca terus diam. Dirinya tidak sempat mengatakan yang sejujurnya pada Wenzell. Atau lebih tepatnya ia tidak berani mengatakannya. Ancaman yang Damia berikan berhasil mengganggunya. Saat Wenzell menagih cerita yang dijanjikan, Erysca menceritakan hal lain yang jauh berbeda dengan masalahnya sekarang. Dia menceritakan tentang kedua orangtuanya yang sudah tiada.
Pandangannya terus mengarah keluar jendela. Ia duduk di kursi penumpang belakang. Samuel yang mengemudikan mobilnya dan Mayleen duduk di kursi penumpang sebelah pengemudi. Di belakang mobil yang ia naiki ada dua mobil lain yang mengawalnya. Menurutnya ini berlebihan. Namun mereka tentu lebih patuh pada perintah Alphanya.
Mobil hitam ini berhenti tepat di depan mansion. Seorang pria membuka pintu untuk Erysca dan wanita itu turun dari sana. Masih tanpa suara, ia berjalan menuju kamarnya. Baru beberapa menit yang lalu Wenzell meninggalkannya. Tetapi ia sudah merindukan pria itu.
***
Hari ketiga setelah perginya Alpha. Semua yang ada di mansion merasa heran dengan perubahan sikap Lunanya. Awalnya mereka mengira perubahan sikap itu karena Alphanya yang sedang pergi dan Lunanya yang mengalami sedikit stress. Banyak hal janggal yang terjadi.
Penampilan Erysca juga berubah drastis. Dia yang suka dengan pakaian simpel dan berwarna sekarang lebih sering mengenakan pakaian serba hitam dan lebih terbuka. Hampir setiap hari. Bahkan Diana pernah bertanya pada wanita itu yang ia kira akan pergi ke pemakaman karena mengenakan gaun hitam. Tentu saja itu mengundang kemarahan sang Luna.
Lunanya juga sering marah-marah padahal hanya ada kesalahan sedikit, ataupun wanita itu yang sering keluar malam tidak tahu kemana. Dia selalu berhasil melewati penjagaan yang ketat setiap dia pergi. Begitu pula Samuel dan Mayleen yang ditugaskan untuk mengawal Erysca pun merasa kewalahan.
Samuel meminta semua anggota pack untuk tidak melaporkan hal ini pada Alphanya. Ini adalah perintah dari Luna sendiri. Bahkan wanita itu mengancam akan bunuh diri jika mereka berani mengadu. Akan ada waktunya untuk mereka membuka mulut dan mengatakan semua yang terjadi. Dia juga sudah mewanti-wanti Diana agar tidak membuat Erysca marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
WerewolfSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)